Jasad warga Desa Semen, Paron, yang kabur dari ruangan rehabilitasi itu mengambang di bawah Jembatan Anyar.
Lokasinya masuk Desa Sumberarum, Ngraho, Bojonegoro. ''Sudah teridentifikasi (Kateno, Red) oleh anggota keluarganya,'' kata Dyan Susetyo Wibowo, ketua tim operasi Basarnas Pos SAR Trenggalek.
Tim search and rescue (SAR) gabungan melakukan pencarian sejak Selasa (17/1). Tidak lama setelah Kateno dalam pelariannya dilaporkan tenggelam di aliran Bengawan Solo.
Di hari ketiga, proses pencarian disebar ke tiga titik. Tim di titik ketiga yang berfokus di wilayah Bojonegoro memperoleh informasi temuan jasad.
Ketika dicek, jasadnya memiliki ciri-ciri yang sama dengan Kateno. Yakni, mengenakan kaus merah, celana panjang, dan tato di tangan kiri. Tubuhnya sedikit membengkak dan beraroma tidak sedap.
‘’Proses visum luar bekerja sama Polres Bojonegoro. Setelah itu jasadnya dibawa ke RSUD dr Soeroto untuk dimandikan,’’ ungkapnya.
Terpisah, Kemis, 59, paman Kateno, menuturkan bahwa anggota keluarga sudah ikhlas. Sekaligus lega keponakannya dapat ditemukan setelah tiga hari kabur dari RSUD dr Soeroto. ''Selama ini tinggal bersama kedua orang tuanya yang sudah lansia,'' ujarnya.
Kemis menerangkan, Kateno sering mengancam dan memukul orang tuanya ketika penyakitnya kambuh. Kondisi itu terjadi Sabtu (14/1) lalu.
Keponakannya lantas dibawa ke RSUD dr Soeroto untuk menjalani perawatan. ‘’Biasanya mengancam orang tua kalau tidak punya uang dan rokok,’’ ungkapnya. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto