Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa menjelang petang itu. ‘’Seluruh pegawai sudah pulang,’’ kata Kasubag Keagamaan Bagian Kesra Setda Ngawi Faruq Nur Qomar.
Faruq yang pulang paling akhir masih melihat plafon dalam kondisi baik. Tidak lama kemudian membaca pesan dari salah satu grup WhatsApp bahwa plafon ruangan tempatnya bekerja ambrol.
Ketika dicek, tidak ada genteng yang tersapu angin. Atapnya juga dalam kondisi aman. ''Tapi, runtuhan plafon menimpa satu unit komputer dan beberapa dokumen di meja,'' ungkapnya.
Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) memperoleh laporan sejumlah genteng kantor badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia (BKPSDM) hilang disapu angin.
Juga, tiga pohon besar tumbang di Jalan Raya Paron-Jogorogo; Trunojoyo, dan Desa Watualang. ''Langsung dievakuasi agar tidak mengganggu arus lalu lintas,'' kata Kepala Pelaksana BPBD Ngawi Anang Heri Prabowo.
Anang menyampaikan bahwa cuaca ekstrem masih mengancam dalam beberapa pekan ke depan. Perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, puncak musim penghujan di Jawa Timur pada Januari hingga bulan depan.
Masyarakat diminta mewaspadai bencana hidrometeorologi. ''Hati-hati banjir, tanah longsor, dan puting beliung,'' tuturnya. (sae/cor)
ANGIN KENCANG SAPU WILAYAH KOTA
- Atap ruangan Bagian Kesra Setda Ngawi ambrol di beberapa titik
- Sejumlah genteng kantor BKPSDM hilang diterbangkan angin
- Tiga pohon besar di beberapa ruas jalan tumbang
Sumber: BPBD Ngawi
Editor : Hengky Ristanto