Tiga daerah lainnya, Bojonegoro, Magetan, dan Probolinggo. ‘’Karena berdekatan dengan daerah di Jawa Tengah yang sedang outbreak, seperti Sragen dan Blora,’’ kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono.
Ony mengikuti rapat evaluasi penanganan PMK dengan Satgas Nasional PMK secara virtual kemarin. Diinformasikan bahwa provinsi ini terjadi kenaikan kasus. Menyusul tingginya eskalasi kasus positif PMK dari beberapa daerah di Jateng. ‘’Kenaikan kasus di Ngawi karena mobilitas hewan ternak beberapa waktu lalu kendor seiring terjadinya penurunan kasus,’’ ujarnya.
Dia berharap warga tetap peduli memberikan vitamin ke ternaknya guna memperkuat imunitas. Misalnya, ramuan herbal atau empon-empon. Upaya itu diikuti dengan vaksinasi. Ternak yang telah disuntik vaksin primer dan booster terbukti aman dari paparan PMK. ‘’Vaksinasi terus digencarkan. Sudah 79.791 ternak tersebar di 165 desa yang divaksin,'' ungkapnya.
Kendati masuk zona merah, pemkab memutuskan tidak akan menutup pasar hewan. Sebagai gantinya memperketat pengawasan. Alasannya ingin agar roda perekonomian tetap berjalan. ''Kami akan meningkatkan sosialisasi, imunitas ternak, vaksinasi, dan pengawasan,’’ tutur bupati. (sae/cor)
Seputar Wabah PMK Ngawi
- Ngawi masuk zona merah bersama Magetan, Bojonegoro, dan Probolinggo
- Kementerian Pertanian mencatat 141 kasus aktif
- Dipicu peningkatan kasus aktif PMK beberapa daerah di Jawa Tengah
- Ngawi sempat longgar mengawasi mobilitas ternak karena kasus PMK-nya melandai
Diolah dari berbagai sumber Editor : Hengky Ristanto