Wahyuni menerangkan, ternak yang terserang LSD ditandai dengan kerusakan kulit. Yakni, muncul bintik-bintik besar. Ternak kemudian merasakan gatal dan demam. LSD dapat menular melalui kontak langsung antar-kulit hewan. Selain itu, cairan dari hidung, mata, dan air liur. ''Juga bisa ditularkan serangga penghisap darah, seperti nyamuk dan kutu,’’ ujarnya.
Dia mengungkapkan, 50 ekor ternak terjangkit LSD. Sejauh ini nihil kasus kematian. Proses penyembuhan LSD cukup lama. Peternak perlu memberikan vitamin, obat pereda radang, demam, dan antibiotik. ''Pencegahannya disinfeksi kandang dan mengisolasi ternak yang terpapar LSD,'' ucapnya sembari menyebut vaksinasi LSD dimulai bulan depan. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto