‘’Tidak ada pengadaan buku fisik baru sejak 2019 sampai tahun ini,’’ kata Kabid Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Ngawi Suyatno.
Suyatno mengungkapkan, perpusda punya koleksi 19.376 judul dan 53.400 eksemplar buku. Selain kuantitasnya yang tidak bertambah, tidak sedikit pula rusak. Ada 1.000 hingga 2.000 buku rusak saban tahun. Kondisi tersebut memaksa dilakukan konservasi alias perbaikan. ‘’Kerusakannya seperti sampul terlepas dan sobek,’’ urainya.
Buku yang rusak kebanyakan dari program perpustakaan sirkulasi satu bulan sekali. Disperpusip menitipkan sekitar 100 judul buku ke 30 lembaga pendidikan, ruang tunggu pelayanan publik, dan kantor pemerintahan. ‘’Buku yang rusak itu mungkin jadi rebutan banyak orang,’’ ujarnya.
Suyatno mengamini buku anyar dapat meningkatkan minat baca masyarakat. Karena kondisi tiadanya pembaruan, pihaknya mencari alternatif lain guna mengangkat tingkat gemar membaca (TGP).
Tahun lalu indeks itu menempati peringkat ke-22 dari 38 daerah se-Jawa Timur. ‘’Kami jemput bola kerja sama dengan instansi dan lembaga pendidikan,’’ ucapnya sembari menyebut telah menyediakan kotak saran pembaruan jenis buku untuk diusulkan pengadaannya. (sae/cor)
Buku Fisik
- 376 judul
- 400 eksemplar
- Tidak bertambah sejak 2019
E-Book
- 500 judul dan salinan
- Pengadaan terakhir pada 2020
Sumber: Disperpusip Ngawi Editor : Hengky Ristanto