Ng mengapresiasi pemkab yang membuka lebar pintu investasi perusahaannya. Kemudahan perizinan akan membuat rencana pembangunan industri lebih cepat. Bahkan nantinya menyerap banyak tenaga kerja. ‘’Rencananya sekitar 1.500 pekerja,’’ ujarnya.
Menurut Ony, perusahaan asing intens berinvestasi ke Ngawi. Hingga kini sudah ada tiga penanaman modal asing (PMA). Kabupaten ini dijadikan jujukan karena lokasinya strategis. Yakni, dilalui tol trans Jawa.
Juga, berada di antara pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, serta Tanjung Perak, Surabaya. ‘’Upah minimum masih rendah, wilayahnya kondusif, serta perizinan yang cepat dan murah,’’ bebernya.
Bupati menyampaikan bahwa keterbukaan terhadap PMA asal tidak mengganggu iklim investasi dan stabilitas negara. Perlu kajian mendalam jika industri yang masuk fundamental seperti energi, pangan, pertambangan, dan sumber daya alam. ‘’PMA sejauh ini manufaktur mainan, alas kaki, dan garmen,’’ ucapnya. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto