Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Uang Palsu Rentan Beredar di Pasar Tradisional

Hengky Ristanto • Rabu, 12 April 2023 | 12:32 WIB
WASPADA: Potensi peredaran uang palsu meningkat seiring tingginya perputaran duit di momen Ramadan dan Lebaran. (ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI)
WASPADA: Potensi peredaran uang palsu meningkat seiring tingginya perputaran duit di momen Ramadan dan Lebaran. (ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI)
NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Tingginya perputaran uang selama Ramadan hingga Lebaran rawan dimanfaatkan untuk mengedarkan duit palsu. Kapolres Ngawi AKBP Dwiasi Wiyatputera mengingatkan masyarakat agar lebih waspada ketika bertransaksi menggunakan uang tunai.

‘’Potensi peredaran uang palsu (upal) meningkat,’’ kata Kapolres Ngawi AKBP Dwiasi Wiyatputera, kemarin (11/4).

Dwiasi menyatakan, pengedar upal memanfaatkan transaksi jual-beli barang atau jasa. Paling rentan di pasar tradisional dengan memanfaatkan kelengahan masyarakat. Pelaku cenderung mengeluarkan upal saat malam atau dini hari.

Sebab penerangannya terbatas. ‘’Upal biasanya pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu, karena lebih menguntungkan,’’ ujarnya.

Dia mengatakan, upal bisa diketahui dari ciri fisiknya. Identifikasinya melalui melihat, meraba, dan menerawang uangnya. Bila ada temuan, warga diminta segera melaporkannya. ‘’Uang palsu permukaannya tidak terasa kasar, tidak muncul hologram dan gambar tokohnya,’’ ucapnya. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto
#uang palsu #ciri ciri uang palsu #peredaran uang palsu #korban uang palsu #kapolres ngawi akbp dwiasi wiyatputera