Fajar mengatakan, beberapa titik Jalan Raya Ngawi–Mantingan yang berlubang selesai ditambal pekan lalu. Bila ditotal pemeliharaan rutin itu sepanjang 32 kilometer. Namun, karena intensitas hujan masih tinggi, lubang-lubang baru lainnya berpotensi muncul. Penyiapan TRC guna segera menambal kerusakan anyar tersebut. ‘’Sementara dilakukan tambal sulam karena untuk proyek perbaikannya masih proses lelang,’’ ujarnya.
Dia mengungkapkan, kabupaten ini masuk prioritas peningkatan jalan dalam dua tahun ke depan. Pasalnya, ada delapan seksi masuk kategori rusak sedang menuju parah. Bila hujan deras mengguyur hingga menimbulkan genangan air, keesokannya muncul lubang. ‘’Proyek multiyears pada 2023 dan 2024 dengan anggaran sekitar Rp 90 miliar,’’ sebutnya. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto