Akan tetapi peningkatannya belum begitu signifikan. Terhitung sejak rekayasa lalu lintas tersebut diujicobakan akhir Februari lalu. ‘’Memang butuh waktu,’’ kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Ngawi Anang Heri Prabowo.
Menurut Anang, para pengguna jalan belum terbiasa melintasi Jalan Imam Bonjol dari arah utara. Mereka masih terbawa aturan puluhan tahun bahwa ruas di sebelah barat Alun-Alun Merdeka itu berlaku satu arah. ‘’Selain butuh pembiasaan, juga perlu memasifkan sosialisasi. Kami telah memasang rambu lalu lintasnya,’’ ujarnya.
Dishub akan menggunakan momen libur Lebaran untuk mengevaluasi pemberlakuan dua arah Jalan Imam Bonjol. Sebab masyarakat yang beraktivitas di Ngawi kota diprediksi meningkat. ‘’Mengetes berhasil tidaknya kebijakan guna meningkatkan kunjungan NSF ini,’’ ucapnya.
Anang juga akan berkoordinasi dengan para juru parkir di sekitar Jalan Imam Bonjol. Mereka diminta mengedukasi pengguna jalan bahwa laju kendaraan dari arah utara hanya sampai NSF. ‘’Pengunjung luar daerah atau perantau punya potensi terus melaju sampai Jalan MH Thamrin,’’ ujarnya sembari menyebut Jalan MH Thamrin sebelah timur merupakan titik buta hingga membahayakan pengguna jalan. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto