Polisi mengetahuinya setelah melakukan identifikasi terhadap laporan orang hilang diduga tenggelam di aliran Sungai Kendung, Selasa (25/4) lalu. ‘’Mayat yang ditemukan itu dipastikan Maksum dari ciri-ciri wajah dan celana hitam yang dikenakan,’’ kata Kapolsek Ngawi AKP Suyadi.
Informasi yang dihimpun, Maksum diketahui pergi ke sungai Selasa pagi. Namun hingga zuhur tidak kunjung pulang. Anggota keluarga yang resah lantas melakukan pencarian di pinggir sungai. Tongkat bantu jalan milik korban ditemukan tertancap di tanah. Di atasnya terdapat topi dan kantong plastik berisi kepiting. ‘’Kemungkinan terpeleset ke sungai saat mencari kepiting,’’ ujar Kepala Desa Kendung Sumardi.
Dugaan tenggelamnya Maksum sempat dilaporkan ke Basarnas Trenggalek. Tim yang dikomandani Eko Aprianto menindaklanjuti pencarian di titik korban diduga terpeleset. Kemungkinan hanyut sampai ke aliran Bengawan Madiun pun telah diprediksi. ’’Arus sungai cukup deras. Korban hanyut sejauh 10 kilometer,’’ ucap Eko. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto