Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Jasad Pencari Kepiting Hanyut 10 Kilometer

Hengky Ristanto • Kamis, 27 April 2023 | 17:00 WIB
TEWAS TENGGELAM: Petugas gabungan mengevakuasi jasad Maksum yang tersangkut bebatuan aliran Bengawan Madiun kemarin. (ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI)
TEWAS TENGGELAM: Petugas gabungan mengevakuasi jasad Maksum yang tersangkut bebatuan aliran Bengawan Madiun kemarin. (ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI)
NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Polisi tidak kesulitan menguak identitas jasad yang ditemukan di aliran Bengawan Madiun masuk Desa Beran, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, kemarin (26/4). Tubuh pria yang tersangkut di bebatuan itu diketahui bernama Maksum, 73, tinggal di Desa Kendung, Kwadungan.

Polisi mengetahuinya setelah melakukan identifikasi terhadap laporan orang hilang diduga tenggelam di aliran Sungai Kendung, Selasa (25/4) lalu. ‘’Mayat yang ditemukan itu dipastikan Maksum dari ciri-ciri wajah dan celana hitam yang dikenakan,’’ kata Kapolsek Ngawi AKP Suyadi.

Informasi yang dihimpun, Maksum diketahui pergi ke sungai Selasa pagi. Namun hingga zuhur tidak kunjung pulang. Anggota keluarga yang resah lantas melakukan pencarian di pinggir sungai. Tongkat bantu jalan milik korban ditemukan tertancap di tanah. Di atasnya terdapat topi dan kantong plastik berisi kepiting. ‘’Kemungkinan terpeleset ke sungai saat mencari kepiting,’’ ujar Kepala Desa Kendung Sumardi.

Dugaan tenggelamnya Maksum sempat dilaporkan ke Basarnas Trenggalek. Tim yang dikomandani Eko Aprianto menindaklanjuti pencarian di titik korban diduga terpeleset. Kemungkinan hanyut sampai ke aliran Bengawan Madiun pun telah diprediksi. ’’Arus sungai cukup deras. Korban hanyut sejauh 10 kilometer,’’ ucap Eko. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto
#pencarian korban tenggelam #laka air ngawi #laporan orang hilang ngawi #Sungai Kendung #Basarnas Trenggalek #tewas tenggelam #pencari kepiting tenggelam