Henry sempat membandingkan jumlah pemberangkatan armada bus saat arus balik Lebaran tahun lalu dengan saat ini. Bila sebelumnya mencapai delapan armada per hari, kini tinggal dua hingga tiga armada.
Biang penurunan disebut bukan hanya karena dampak program angkutan gratis. Namun juga ditengarai sejumlah kru bus menyewa bus pariwisata dan menjual murah tiketnya. ‘’Mereka menyebarkan kartu nama ke para pemudik dan menawarkan tiket balik dengan harga miring,’’ ujarnya.
Erna Istianingsih, agen bus di Terminal Kertonegoro lainnya, mengamini pengakuan Henry. Efek cuti bersama dan libur Lebaran yang cukup lama juga memengaruhi minimnya jumlah penumpang. Apalagi ada jeda puncak arus balik pada Selasa (25/4) dan akhir pekan ini. ‘’Beda dengan tahun lalu yang arus baliknya serentak,’’ ujarnya. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto