Kemarin (4/5), warga setempat menanami satu buah pohon pisang di salah satu titik jalan desa yang berlubang. Aksi tersebut bentuk protes lantaran kerusakan jalan menahun terjadi. ‘’Karena saluran airnya tidak berfungsi normal,’’ kata Sudaryanto, Pj kepala Desa Pojok.
Informasi yang dihimpun, aksi penanaman pohon pisang dilakukan sejumlah warga sekitar pukul 03.10 Wib. Lokasinya di ruas jalan menuju Desa Purwosari, Jenangan, dan Kendung. Penancapannya pada lubang yang menganga cukup lebar dan dalam. Pohon setinggi sekitar 1,5 meter itu diganjal water barrier dan bebatuan agar tidak ambruk.
Menurut Sudaryanto, drainase yang tidak mumpuni membuat air tidak mengalir lancar. Ketika debit hujan kelewat tinggi, air yang seharusnya terbuang akhirnya meluber ke jalan. Genangan air yang timbul rentan membuat aspal rusak. ‘’Selain itu banyak kendaraan tonase berat melintas,’’ ujarnya.
Sudaryanto memahami kekecewaan warganya. Sebab kerusakan jalan kali ini yang terparah. Pihaknya sudah merencanakan perbaikannya tahun ini. Akan tetapi, tidak sampai memperbaiki 600 meter total panjang jalan yang rusak. Kekuatan APBDes hanya mampu membenahi 370 meter. ‘’Nantinya jalan dipaving dengan pagu anggaran Rp 319 juta,’’ ungkapnya.
Slamet Abilsalam, warga setempat, menyatakan bahwa penanaman pohon pisang bukan sekadar protes. Melainkan juga memberi tanda ke pengguna jalan untuk berhati-hati. Khususnya ketika berkendara malam. Sebab banyak “ranjau” tidak terlihat karena tergenang air. ‘’Mengantisipasi kecelakaan lalu lintas,’’ ujarnya.
Slamet berharap perbaikan jalan nantinya bukan sekadar tambal sulam. Pasalnya, langkah tersebut telah berulang kali dilakukan. Namun, kembali rusak. ‘’Karena dekat Pasar Pojok, perbaikan penting untuk melancarkan mobilitas dan perekonomian masyarakat,’’ tuturnya. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto