‘’Sehingga lebih banyak petani yang berminat menanam tembakau ketimbang tiga tahun terakhir karena musim kemarau basah,’’ kata Sojo, ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Ngawi, kemarin (12/5).
APTI mendata petani di wilayah Ngawi timur berminat menanam tembakau tahun ini. Luasan lahannya sekitar 1.500 hektare. Jumlah itu belum termasuk penanam dari wilayah lereng Gunung Lawu sisi utara. Sejumlah petani di Kecamatan Paron dan Kedunggalar juga berkonsultasi menanam tembakau. ‘’Selain karena musim kemarau kering, banyak petani yang sadar bahwa lahan dalam setahun tidak bisa ditanami padi terus-menerus,’’ bebernya.
Dia mengatakan, kondisi pertanian tembakau tahun lalu cukup memprihatinkan. Di awal musim ada 1.200 hektare lahan siap ditanami tembakau. Akan tetapi hanya separo yang terealisasi. Apesnya, cuma 300 hektare lahan berhasil panen. Produksinya di rentang 1 hingga 1,4 ton per hektare. Jumlah itu lebih rendah dari prediksi hasil panen di kisaran 1,8 ton per hektare. ‘’Beruntungnya karena hasil panen sedikit, harga tembakau cukup tinggi,’’ ujarnya.
Sojo menambahkan, pihaknya menyiapkan bibit tembakau untuk awal masa tanam yang diperkirakan mundur akhir Juni nanti. ‘’Totalnya 4 juta batang untuk lahan sekitar 140 hektare,’’ sebutnya. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto