Tiga armada damkar saat ini digunakan bukan hanya untuk memadamkan si jago merah. Namun juga menangani kondisi urgen lainnya. ‘’Kekurangan kendaraan operasional ini benar-benar menjadi masalah bagi kami,’’ kata Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP Ngawi Tri Bimo kemarin (15/5).
Petugas damkar limbung Minggu (14/5) malam. Di saat masih menangani evakuasi tawon vespa di Kecamatan Pitu dan Kedunggalar, petugas damkar menerima laporan kebakaran warung di Desa Klitik, Geneng. Karena jarak kedua lokasi tersebut cukup jauh, petugas tidak bisa tepat waktu mendatangi lokasi kebakaran.
Bimo mengatakan, kendaraan operasional untuk penanganan bencana non-kebakaran minim. Pihaknya menggunakan mobil damkar untuk mengevakuasi binatang yang dipandang berbahaya atau penanganan kecelakaan air. ‘’Mau tidak mau memanfaatkan yang ada,’’ ujarnya.
Satpol PP, lanjut dia, berniat mengusulkan pengadaan kendaraan operasional dan perahu karet di perubahan APBD 2023. Rencananya untuk memaksimalkan pelayanan darurat non-kebakaran. Di sisi lain, bantuan satu armada damkar tahun lalu dari program corporate social responsibility (CSR) dari salah satu perbankan tertunda. Perusahaan itu perlu melakukan pengajuan ulang untuk proses lelang ke kantor pusatnya. ‘’Kemungkinan akan diberikan pertengahan tahun ini,’’ ucapnya. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto