Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Ibu Muda Korban Pembacokan Dirujuk ke RSUD Soedono

Hengky Ristanto • Jumat, 19 Mei 2023 | 17:00 WIB
Ilustrasi foto : HW, korban pembacokan di salah satu desa di Kecamatan Pitu, menjalani perawatan akibat luka di tubuhnya beberapa waktu lalu (Dokumen/JAWA POS RADAR NGAWI)
Ilustrasi foto : HW, korban pembacokan di salah satu desa di Kecamatan Pitu, menjalani perawatan akibat luka di tubuhnya beberapa waktu lalu (Dokumen/JAWA POS RADAR NGAWI)
NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Luka sayatan di kepala ibu muda yang diduga dibacok tetangganya cukup serius. HW, 23, yang jadi korban sampai harus dirujuk ke RSUD Soedono, Madiun, kemarin (18/5). Menyusul temuan benda logam dari hasil rontgen petugas medis RS Widodo, Ngawi.

Benda asing itu disinyalir patahan ujung sabit. Senjata tajam (sajam) tersebut diduga digunakan WS, 58, untuk melukai ibu satu anak itu, Rabu (17/5) lalu. ‘’Korban dirujuk ke Madiun untuk tindakan pengambilan logam,’’ kata Ipda Hambar Agus Susila, kanit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polres Ngawi.

Ambar, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa dugaan patahan sabit berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). Ujung sajam yang ditemukan di dekat tubuh WS tergeletak dalam kondisi rompal. Pihaknya akan melakukan pencocokan ketika logam itu berhasil dicabut. ‘’Nantinya jadi bahan tambahan penyelidikan,’’ ujarnya.

Dia menyampaikan bahwa kondisi HW mulai stabil. Korban dapat merasakan luka sayatan di kepala yang terdapat logam. Namun demikian, penyelidik belum bisa memintai keterangan ihwal kejadian pembacokan yang dialaminya. ‘’Kami tunggu sampai benar-benar pulih,’’ ucapnya.

Polisi sementara menduga WS merupakan terduga pelaku pembacokan. Ketua RT itu diduga coba bunuh diri dengan melukai pergelangan tangan kiri. Luka pria yang kini dirawat di intensive care unit (ICU) RSUD dr Soeroto itu cukup fatal. Tulang besarnya sudah putus. ‘’Terduga pelaku juga belum bisa dimintai keterangan,’’ ujar Ambar.

Terpisah, Direktur RSUD dr Soeroto Agus Priyambodo menyatakan, WS dioperasi Rabu malam. Penanganan darurat untuk pergelangan tangannya yang nyaris putus dan luka kepala. ‘’Kondisinya stabil, bisa diajak komunikasi dua arah, tapi masih perlu diobservasi,’’ katanya.

Sebelumnya, WS dan HW diduga berselingkuh. Informasi hubungan terlarang itu diperoleh polisi dari keterangan salah satu perangkat desa. Motif terduga pelaku nekat membacok disinyalir karena perasaan jengkel. HW disebut berusaha mengakhiri perselingkuhannya selama setengah tahun dengan bapak dua anak tersebut. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto
#asmara berdarah #percobaan pembunuhan ngawi #penganiayaan ngawi #pembacokan ngawi #Ketua RT bacok tetangga #perselingkuhan ngawi