Pemerintah pusat juga merehabilitasi enam buah jembatan rusak dengan alokasi bujet Rp 38,2 miliar. ‘’Bantuan tersebut berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) 3/2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ngawi Mohammad Sadli kemarin (21/5).
Pusat mengucurkan duit paling banyak untuk membangun Jembatan Waruk Tengah, Desa Waruk Tengah, Pangkur. Dananya Rp 13,3 miliar (selengkapnya lihat grafis). Pemkab sejatinya berniat mengajukan perbaikan Jembatan Guyung di Desa Guyung, Gerih. Namun, rencana berubah lantaran ternyata bujetnya cukup besar. ‘’Pemkab yang memperbaiki dengan anggaran Rp 6,1 miliar,’’ ujarnya. (sae/cor)
Proyek yang Akan Ditangani Pusat
Pembangunan Jembatan Waruk Tengah
- Desa Waruk Tengah
- Bentang 120 meter x lebar 8 meter
- Anggaran Rp 13,3 miliar
Penggantian Jembatan Mlati
- Ruas Jalan Simo-Mlati
- Bentang 40 meter x lebar 7 meter
- Rp 10,1 miliar
Penggantian Jembatan Jatisari
- Ruas Jalan Randusongo-Majasem
- Bentang 25 meter x lebar 6 meter
- Rp 9,5 miliar
Penggantian Jembatan Pitu
- Ruas Jalan Ngawi-Pitu
- Bentang 12 meter x 8 meter
- Anggaran Rp 1,9 miliar
Penggantian Jembatan Tempursari
- Ruas Jalan Mantingan-Tempursari
- Bentang 12 meter x 7 meter
- Anggaran Rp 1,6 miliar
Penggantian Jembatan Kedung Putri
- Ruas Jalan Gerdon-Semen
- Bentang 12 meter x lebar 9 meter
- Anggaran Rp 1,5 miliar
Sumber: DPUPR Ngawi Editor : Hengky Ristanto