Kepala Dispendukcapil Ngawi Noor Hasan Muntaha mengatakan, persoalan penerbitan e-KTP untuk pemilih pemula diatasi dengan jemput bola. Pihaknya mengawali perekaman kendati yang bersangkutan masih berusia 16 tahun. Tim perekaman keliling berbagai sekolah dan mendatangi event pelajar sejak Januari lalu. ‘’Agar tidak mengganggu tahapan pemilu,’’ ujarnya.
Jadwal perekaman e-KTP antara satu sekolah dengan lainnya berbeda. Dispendukcapil menyesuaikannya data jumlah siswa berusia 17 tahun saat pemungutan suara. ‘’Sekitar 100 sampai 150 pelajar setiap harinya,’’ urainya.
Hasan mengungkapkan, timnya telah melakukan perekaman e-KTP sekitar 2.000 pelajar. Kekurangannya 8.000-an pelajar hingga akhir tahun ini. Proses perekaman di awal tidak menyalahi aturan pemilu. ‘’Nanti tinggal mencetak ketika sudah 17 tahun,’’ pungkasnya. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto