NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Rombongan Komisi IV DPRD Ngawi tidak semringah usai menginspeksi dua proyek infrastruktur jalan. Pertama, rekanan pelaksana rekonstruksi Jalan Raya Walikukun-Kedunggudel dinilai menggunakan pasir berkualitas buruk untuk item pekerjaan drainase.
Kedua, kualitas pemadatan aspal pada proyek pemeliharaan berkala Jalan Raya Pocol-Wonoasri yang dinilai kurang maksimal. Kedua proyek itu diinspeksi Selasa (20/6) lalu. ''Kualitas yang tidak bagus ini tentu berdampak pada mutu pengerjaan,'' kata Sudirman, anggota Komisi IV DPRD Ngawi, kemarin (21/6).
Sudirman mengatakan, lembaganya menyoroti pemasangan batu kali dalam pembangunan irigasi ruas Jalan Raya Walikukun-Kedunggudel yang diperbaiki. Menurut anggota Komisi IV DPRD Ngawi ini, rekanan dinilai menggunakan pasir yang tidak sesuai spesifikasi di rencana anggaran biaya (RAB).
Pihaknya khawatir bahan itu memengaruhi kekuatan konstruksi. Sementara pengerjaannya sudah sejauh 200 meter. Padahal pemkab mengucurkan dana Rp 17 miliar untuk proyek tersebut. ''Ini pengawasannya kurang,'' ujarnya.
Komisi IV meminta konsultan pengawas serta dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) memperhatikan bahan yang digunakan rekanan. Pemilihan material yang tidak sesuai spesifikasi membuat umur bangunan tidak panjang. ''Bahaya kalau masih menggunakan pasir yang secara kualitas tidak sesuai spesifikasi,'' ucapnya.
Ketua Komisi IV DPRD Ngawi Haryanto mengatakan, topografi Jalan Raya Pocol-Wonoasri yang naik-turun memang menyulitkan proses pemadatan aspal. Khususnya ruas tanjakan yang kurang padat. Alat berat diklaim kesulitan menanjak. Namun, rekanan tidak boleh menjadikannya sebagai alasan tak bekerja profesional.
''Kami menyarankan untuk diperbaiki,'' ujarnya. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya