Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Perahu Penyeberangan Rusak, Warga Bangun Jembatan Darurat dari Bambu

Budhi Prasetya • Rabu, 28 Juni 2023 | 17:00 WIB

GOTONG ROYONG: Sejumlah warga Desa Sidolaju, Widodaren, Ngawi, membangun jembatan darurat menggunakan bahan bambu kemarin. (ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI)
GOTONG ROYONG: Sejumlah warga Desa Sidolaju, Widodaren, Ngawi, membangun jembatan darurat menggunakan bahan bambu kemarin. (ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI)
 

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Tiada beton, bambu pun jadi. Sejumlah warga Desa Sidolaju, Widodaren, Ngawi, membangun jembatan darurat berbahan bambu untuk menyeberangi Bengawan Solo. Menyusul perahu kayu yang selama ini menjadi moda transportasi masih dalam perbaikan.

Sementara, sejumlah jalan alternatif melintasi desa tetangga dianggap tidak efektif. Warga harus memutar jarak cukup jauh untuk menuju sejumlah tempat pelayanan publik. Antara lain, sekolah, pasar, dan kantor desa. ‘’Proses perbaikan perahu lebih dari satu bulan,’’ kata Rokhim, 45, warga setempat, kemarin (27/6).

Rokhim mengungkapkan, jembatan bambu mulai dibangun tiga hari lalu. Pengerjannya gotong royong dengan memanfaatkan bambu yang tumbuh di pekarangan rumah warga. Hasil kalkulasi, butuh sedikitnya 500 batang bambu untuk membangun jembatan dengan bentang panjang 70 meter dan lebar dua meter.

’’Kebetulan aliran tidak terlalu deras dan debit air cenderung sedikit,’’ ujarnya.

Menurut dia, jembatan darurat cukup kuat untuk dilewati kendaraan roda dua secara bergantian. Akan tetapi, rawan hanyut ketika Bengawan Solo berarus deras. Debit air berpeluang meningkat bila daerah hulu hujan deras. ‘’Jembatan ini hanya sementara. Harapannya segera ada pembangunan jembatan permanen,’’ tuturnya.

Kepala Desa Sidolaju Karminto menegaskan bahwa pembangunan jembatan darurat merupakan keinginan warganya. Mereka bertekad membangun secara kolektif. ‘’Untuk rencana pembangunan jembatan sudah diusulkan ke pemkab sejak beberapa tahun lalu. Realisasinya tergantung pemerintah,’’ paparnya. (sae/cor)

Editor : Budhi Prasetya
#jembatan darurat #Bengawan Solo #perahu penyeberangan ngawi