NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Ngawi mengklaim 153 sistem penyediaan air minum (SPAM) di 120 desa aman. Fasilitas tersebut dapat menjaga suplai air bersih selama musim kemarau tahun ini.
Bahkan, pemerintah pusat dan daerah mengalokasikan anggaran Rp 10,4 miliar untuk meningkatkan pelayanan dan membangun SPAM baru. ''Ada tambahan 21 unit. Jadi, total nantinya 174 unit," kata Kabid Kawasan Permukiman Disperkim Ngawi Pipit Dwi Herlina kemarin (30/6).
SPAM baru diarahkan ke wilayah rawan kekeringan. Sedangkan peningkatan pelayanan menyasar wilayah yang jumlah dan kualitas airnya turun. Pihaknya juga akan memperbanyak sambungan rumah (SR) untuk wilayah SPAM yang sumber airnya melimpah.
Pipit mengambil contoh perbaikan SPAM di Desa Kiyonten, Kasreman, yang berbatasan dengan Bojonegoro. Setelah sempat tersendat, debit air yang teralirkan ke 60 SR meningkat menjadi 7 liter per detik. ''Proyek SPAM ditarget rampung Agustus nanti,'' tuturnya. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya