NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Sumbangan duit dari Pasar Jadul Ahad Legi begitu tinggi. Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Ngawi menaksir pendapatan asli daerah (PAD) dari wisata tematik di Taman Wisata Tawun, Kasreman, itu mencapai Rp 240 juta setahun.
‘’Nilai itu belum termasuk pengunjung reguler Taman Tawun,’’ kata Kepala Disparpora Ngawi Wiwien Purwaningsih.
Taksiran disparpora mengacu jumlah pengunjung setiap pasar jadul yang digelar saban pasaran ahad legi. Rata-rata 4.000 orang per bulan. Dengan biaya retribusi masuk Taman Tawun Rp 5 ribu per orang, PAD yang didulang dari wisata nostalgia itu sekitar Rp 20 juta. Pendek kata, sumbangan setahunnya nyaris seperempat miliar rupiah.
‘’Target dari pemkab Rp 400 juta setahun untuk keseluruhan Taman Wisata Tawun,’’ ujarnya.
Wiwien mengatakan, perputaran uang cukup besar dengan banyaknya pedagang. Jumlahnya di rentang 40 hingga 70 orang. Dalam momen tertentu bisa sampai 100 orang. Kebanyakan warga sekitar Taman Tawun. Pihaknya sengaja memprioritaskan warga setempat untuk berjualan di event yang kali pertama diadakan tiga tahun lalu itu.
‘’Kami berupaya mengangkat perekonomian masyarakat,’’ ucapnya. (tif/cor)
Editor : Budhi Prasetya