NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta seluruh daerah di Jawa Timur, termasuk Ngawi, membantu menghadapi ancaman elnino. Kepala dinas pertanian di 38 daerah itu diundang rapat koordinasi mengantisipasi paceklik di ruang data Setda Ngawi, kemarin (24/7).
Prakiraan fenomena alam itu dominan bulan depan dengan probabilitas 78 sampai 87 persen. ‘’Asumsi dari pengalaman 2015 dan hitungan lembaga dunia, kemungkinan panen turun 30 persen,’’ kata Syahrul Yasin Limpo.
Menurut Syahrul Yasin Limpo, Kementerian Pertanian (Kementan) mendata 244.861 hektare lahan padi puso akibat elnino pada 2015. BMKG memprakirakan elnino yang diperkuat enso tahun ini berpotensi memicu kekeringan panjang dan kuat. Kondisi tersebut mengancam krisis pangan global.
‘’Karena itu perlu diantisipasi,’’ ujarnya.
Yasin mengatakan, ancaman elnino coba ditekan melalui pembagian tiga segmen daerah. Pertama, daerah hijau yang punya cadangan air yang tinggi untuk mempercepat tanam kembali dan penambahan lahan luas tanam.
Lalu, daerah kuning dengan cadangan air sedang perlu didukung pembangunan bendungan atau bantuan teknologi. Terakhir, daerah merah atau kering butuh pengalihan varietas pangan dan kebutuhan pangannya dicukupi dari daerah lain.
‘’Kami akan melakukan identifikasi daerah-daerah tiga segmen itu,’’ ucapnya.
Kendati dalam ancaman krisis pangan, Yasin optimistis negeri ini mampu menghadapi dampak elnino. Stok pangan dari hasil panen total 800 ribu hektare diklaim mencukupi sampai Desember nanti.
‘’ Aliran air dari beberapa sungai besar di Jawa Timur juga tidak surut,’’ ujarnya.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan, Yasin mewanti-wanti daerah yang produktivitas padinya tinggi. Mereka diharapkan dapat menjaga panen stabil di musim kemarau ini.
‘’Ngawi punya sumur dalam untuk mengatasi musim kemarau dan ancaman elnino,’’ tuturnya. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya