NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Rumah layak huni masih menjadi kebutuhan ribuan warga dari 19 kecamatan di Ngawi. Dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (disperkim) mencatat 10.288 hunian butuh perbaikan.
''Hasil pendataan dua tahun terakhir,'' kata Kabid Perumahan Rakyat Disperkim Ngawi Shodiq Jumairi Effendy kemarin (7/8).
Shodiq mendata 7.901 unit rumah tidak layak huni (RTLH) pada 2022. Ribuan rumah butuh dibedah itu tersebar di 12 kecamatan. Rekapitulasi di tujuh kecamatan lainnya dilanjutkan tahun ini. Pihaknya mencatat 2.327 unit RTLH.
''Kerusakannya variatif, ada yang dinding, lantai, dan atap,'' ujarnya.
Disperkim akan mengajukan anggaran perbaikan tahun depan. Program bedah rumah menerapkan skala prioritas. Yakni, RTLH yang pemiliknya masuk kategori miskin ekstrem. Lalu, ditinggali warga lanjut usia dan anak menderita stunting.
"Kami coba mengetuk perusahaan untuk membantu memperbaiki rumah melalui program CSR (corporate social responsibility),'' ucapnya.
Shodiq mengatakan, jumlah RTLH berpeluang berkurang. Sebab ada perbaikan melalui dana desa dan bantuan khusus dinas permberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) tahun ini.
''Tahun lalu 1.655 rumah direnovasi,'' ujarnya sembari menyebut anggaran perbaikannya dari pemerintah pusat, Pemprov Jawa Timur, Pemkab Ngawi, dan pihak ketiga. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya