NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Proyek perbaikan Pasar Besar Ngawi (PBN) bukan sekadar janji. Tim Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur Kementerian PUPR memaparkan berbagai item rehabilitasi pasar semimodern itu ke Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dan Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko, kemarin (8/8).
Pemerintah pusat mengeluarkan biaya Rp 3,3 miliar untuk proyek bertajuk optimalisasi PBN tersebut. Dalam kesempatan itu, Ony menyampaikan bahwa keluhan datang dari para pedagang usai PBN selesai dibangun ulang dua tahun lalu.
Di antaranya permasalahan atap bocor dan lantai licin. Pihaknya merespons dengan mengajukan permohonan perbaikan ke Kementerian PUPR. Isian surat yang dilayangkan termasuk usulan penambahan fasilitas pendukung.
''Hampir semua pengajuan diakomodasi oleh pusat karena PBN termasuk proyek strategis nasional (PSN),'' ujarnya.
Selain atap, Kementerian PUPR juga memperbaiki antara lain drainase dan menyediakan lampu penerangan jalan umum. Selain itu mempercantik taman dan menambah fasilitas palang pintu parkir otomatis.
''Pusat menargetkan proyek optimalisasi PBN rampung 6 Desember nanti,'' ucapnya.
Ony menambahkan, penyerahan aset dan pengelolaan PBN menunggu selesainya masa pemeliharaan. Kemungkinannya Januari 2025 atau satu setengah tahun lagi.
''Masa pemeliharaan satu tahun,'' ujarnya. (sae/cor)
PROYEK OPTIMALISASI PASAR BESAR NGAWI
- Perbaikan atap
- Perbaikan drainase
- Penambahan tiang pembatas trotoar
- Penyediaan lampu PJU
- Pembangunan pagar keliling
- Mempercantik taman
- Menyediakan palang pintu parkir otomatis
Sumber: Diolah dari wawancara
Editor : Budhi Prasetya