NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kekeringan di Ngawi meluas. Setelah empat desa di tiga kecamatan yang meminta dipasok air bersih pekan kemarin. Kini dua desa dari Kecamatan Pitu dan Kasreman dilaporkan juga mengalami bencana musim kemarau tersebut. Dengan demikian totalnya enam desa.
Kabid Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Ngawi Pipit Dwi Herlina meminta masyarakat untuk waspada. Khususnya yang tinggal di wilayah rawan kekeringan. Krisis air bersih kian menghantui bersamaan terjadinya fenomena El Nino.
"Harus bijak menggunakan air," pintanya.
Pipit mengatakan, tingkat konsumsi air setiap individu 120 liter per hari mengacu survei Kementerian PUPR. Dengan asumsi satu keluarga ada empat sampai lima orang, total konsumsi airnya 480 liter sampai 600 liter.
"Untuk kebutuhan minum, mandi, dan kebutuhan baku rumah tangga lainnya," ujarnya.
Suplai air bersih untuk wilayah rawan kekeringan sedikit tersolusikan dengan SPAM maupun Pamsimas. Program tersebut mem-back-up 97 desa dengan 120 keluarga per harinya.
"Secara bertahap kebutuhan air bersih dipenuhi melalui SPAM," ucapnya. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya