NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kondisi Sungai Walikukun masuk wilayah Kecamatan Widodaren, Ngawi, bikin miris. Sebab dipenuhi sampah rumah tangga. Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono sampai memanggil Camat Widodaren Wibowo Muhammad Taufiq Agus Susanto guna menanyakan musabab terjadinya persoalan lingkungan itu.
''Ternyata TPS3R (tempat pengelolaan sampah reuse, reduce, recycle)-nya kurang maksimal dan masyarakat kurang edukasi,'' kata Ony Anwar Harsono, kemarin (23/8).
Menurut Ony Anwar Harsono, TPS3R perlu diaktifkan agar sampah rumah tangga terkelola dengan baik. Sampah jenis anorganik yang punya nilai ekonomis dapat menambah pemasukan warga.
Sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan untuk pupuk pertanian. Tidak kalah penting penyediaan bank sampah di desa-desa yang dilewati Sungai Walikukun.
''Agar pemilahan sampah dilakukan dari masing-masing rumah,'' ujarnya.
Kemarin, bupati mengajak ratusan warga dari berbagai kalangan membersihkan sampah di aliran Sungai Walikukun. Meliputi warga desa setempat, pelajar, pelaku industri, dan sejumlah pemangku kepentingan.
Resik kali itu bentuk penyadaran ke masyarakat bahwasanya sungai bukan tempat membuang sampah.
''Selain mencemari lingkungan dan menyebabkan banjir, juga berpotensi menimbulkan penyakit,'' tutur Ony. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya