NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Proyek pabrik pakan ternak di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, diharapkan dapat berlanjut. Supaya menjaga catatan impresif penanaman modal di Bumi Orek-Orek. Bagaimana tidak, tahun ini saja sudah ada tiga investasi kakap yang masuk ke daerah setempat.
‘’Kepercayaan investor terhadap Ngawi sangat baik,’’ sebut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ngawi Totok Sudaryanto.
Investasi kakap pertama yang masuk di tahun ini adalah PT Classita Indonesia Intimates, produsen produk pakaian dalam, di Desa Tempuran, Kecamatan Paron.
Berikutnya ada PT Gachi Yasa Nusantara yang bergerak di bidang garmen dan pengolahan kulit. Perusahaan ini disokong dana dari investor asal Korea Selatan.
‘’Sudah ada izin persetujuan pembangunan gedung di Dusun Kedung Glagah, Desa Sidorejo, Geneng. Saat ini masih dalam proses pembangunan,’’ bebernya.
Investasi kakap ketiga yakni proyek pembangunan hotel Nata Azana di Jalan Raden Mas Suryo, Ngawi. Proyek ini sudah dimulai sejak Juli lalu. Raden Mas Suryo, Desa Grudo, Kecamatan Ngawi Juli lalu.
‘’Masih ada tiga penanaman modal asing (PMA) yang dalam proses masuk ke Ngawi,’’ kata Totok.
Ketiga taipan di balik PMA tersebut berasal dari Hongkong. Dua investor telah mengurus legalitas lahan di notaris. Sementara satu investor lain masih proses pengadaan lahan.
Ketika mulai beroperasi, Totok memperkirakan lebih dari 15 ribu tenaga kerja bakal diserap oleh berbagai industri baru tersebut. Totok optimistis menatap masa depan Bumi Orek-Orek.
‘’Investasi berdampak positif terhadap perekonomian daerah. Selain menyerap tenaga kerja, juga menumbuhkan sektor UMKM,’’ jelasnya. (sae/naz)
Editor : Budhi Prasetya