NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Peristiwa kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang membuat dua pelajar SMPN 1 Kedunggalar tewas mencoreng marwah pendidikan di Ngawi. Pasalnya, laka lantas tersebut terjadi ketika para siswa bolos sekolah, kemarin (14/9).
‘’Tidak ada izin. Dari pagi tidak datang ke sekolah,’’ ungkap Kepala SMPN 1 Kedunggalar Arif Sukbianto.
Total ada tujuh siswa kelas VIII SMPN 1 Kedunggalar yang kemarin membolos. Mereka pergi ke Sarangan, Magetan. Arif menduga, para siswa sejak pagi pamit berangkat ke sekolah dari rumah, namun malah langsung pergi ke Sarangan.
‘’Saat diabsen, tidak ada keterangan kenapa tidak masuk,’’ terangnya.
Arif mengatakan, pihaknya pertama kali mendapat informasi laka lantas maut itu dari Polsek Kedunggalar. Bahwa ada dua korban tewas berinisial Tra, 13, warga Desa Begal, Kecamatan Kedunggalar dan Nas, 13, warga Desa/Kecamatan Kedunggalar. Saat kejadian, keduanya berseragam SMPN 1 Kedunggalar.
Pihaknya lalu mengkonfirmasi ke kelas bersangkutan. Setelah dicek tidak ada di kelas, guru lalu menghubungi kedua orang tua masing-masing siswa.
‘’Kami langsung meluncur ke RSUD dr Sayidiman bersama orang tua korban,’’ beber Arif.
Arif tak menampik bahwa pihaknya kecolongan dalam peristiwa ini. Pasalnya, musibah ini terjadi di saat para siswa membolos. Pihak sekolah pun menyerahkan insiden ini ke kepolisian untuk diusut lebih lanjut.
Laka lantas tersebut terjadi di jalan tembus lama Sarangan–Ngerong, di Desa Dadi, Plaosan, Magetan. Korban berinisial Tra mengendarai Honda Supra 125 BM 6052 VN berboncengan dengan Nas. Mereka menabrak pohon hingga terperosok selokan. Polisi menduga mesin dalam keadaan mati atau tak dinyalakan. Sehingga meluncur kencang di turunan. (sae/naz)
Editor : Budhi Prasetya