Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dua Pelajar SMPN 1 Kedunggalar Tewas Kecelakaan di Magetan, Dikbud Akui Kecolongan

Budhi Prasetya • Jumat, 15 September 2023 | 16:00 WIB
RINGSEK : Sepeda motor Honda yang dikendarai dua pelajar SMPN 1 Kedunggalar rusak parah usai menabrak pohon Mahoni di ruas jalan Ngerong - Sarangan, kemarin (14/9). (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MAGETAN) 
RINGSEK : Sepeda motor Honda yang dikendarai dua pelajar SMPN 1 Kedunggalar rusak parah usai menabrak pohon Mahoni di ruas jalan Ngerong - Sarangan, kemarin (14/9). (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MAGETAN) 

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Perisitiwa kecelakaan di ruas jalan Sarangan - Ngerong yang menewaskan dua pelajar, kemarin (14/9) tidak hanya mencoreng pihak SMPN 1 Kedunggalar. Insiden laka lantas pelajar bolos sekolah itu juga membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ngawi merasa kecolongan.

Pasalnya, kecelakaan terjadi pada pukul 10.00 WIB, ketika masih jam pembelajaran. Kepala Dikbud Ngawi Sumarsono berencana memanggil kepala sekolah dan wali kelas atas kejadian tersebut.

‘’Kita merasa kecolongan,’’ ungkap Sumarsono, kemarin (14/9).

Menurut Sumarsono, sekolah seharusnya lebih ketat dalam mengawasi peserta didik. Jika diabsen saat pelajaran siswa tidak berada di kelas, harus langsung dicari.

Bahkan jika memang izin sejak pagi, baik karena sakit atau alasan keluarga, harus dikonfirmasi langsung ke pihak orang tua.

‘’Karena informasinya izinnya sakit, ternyata main,’’ beber Sumarsono.

Usai kejadian ini, dikbud akan mengimbau kepada seluruh kepala sekolah. Agar meningkatkan pengawasan dan memperketat kedisiplinan siswa.

Selain mengonfirmasi keberadaan siswa lewat walinya, sekolah juga harus masif merazia tempat-tempat yang diduga menjadi tempat bolos atau colut.

‘’Kita akan bekerjasama dengan Satpol PP Ngawi untuk razia pelajar untuk mengantisipasi siswa bolos,’’ terangnya.

Di tempat terpisah, Kabid Penegakan Perda Satpol PP Ngawi Arief Setiyono mengatakan, pihaknya akan lebih mengintensifkan razia pelajar. Sebelumnya, razia hanya digelar jika ada laporan masyarakat.

‘’Kita akan masifkan razia. Jika ada sekolah melaporkan ada siswanya yang bolos, akan coba kita tindaklanjuti,’’ pungkasnya. (sae/naz)

Editor : Budhi Prasetya
#bolos sekolah #Dikbud Ngawi #SMPN 1 Kedunggalar #razia pelajar #kecelakaan pelajar