NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno atau lebih dikenal Sandiaga Uno memberikan pesan khusus kepada pelaku UMKM di Ngawi.
Ekonomi kreatif di tiap daerah harus beda dari yang lain. Itu yang disampaikan Sandiaga Salahuddin Uno, saat mengisi workshop Kabupaten Kota (KaTa) Kreatif, kemarin (15/9).
Selain itu, Sandiaga Uno juga meminta pemkab mengikuti uji petik Penilaian Mandiri Kabupaten Kota Kreatif (PMK3I).
‘’Supaya dapat menetapkan subsektor ekonomi kreatif yang menarik dijadikan unggulan di Ngawi,’’ ujar menparekraf, di Pendapa Wedya Graha, Ngawi.
Menurut Sandi, Ngawi memiliki beragam potensi ekonomi kreatif. Namun sampai saat ini belun melakukan uji petik.
Dengan mengikuti uji petik dan menentukan spesialisasi, maka Bumi Orek-Orek bisa menetapkan branding yang tepat dan menggarap potensinya secara maksimal.
Dia tunjuk contoh, status Ngawi sebagai sentra padi terbesar di Jawa Timur. Terlebih sebagian petani sudah menerapkan pertanian organik.
Menariknya lagi, menurut Sandiaga, sektor pertanian di Ngawi telah melibatkan petani-petani muda. Nah, brand Ngawi sebagai pusatnya pertanian organik itu menarik untuk dieksplor lebih jauh.
‘’Apalagi sejalan dengan visi bupati yang ingin menjadikan pertanian Ngawi ramah lingkungan dan berkelanjutan. Tentu akan bagus kalau semua terfokus ke subsektor itu,’’ jelasnya.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengapresiasi Sandi yang telah berbagi banyak kiat dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Bumi Orek-Orek. Dia juga memastikan akan mengikuti uji petik.
‘’Baik itu di bidang kuliner, fesyen, kriya, pertanian, dan lainnya. Akan kami uji petik untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Ngawi,’’ ungkap Ony. (sae/naz)
Editor : Budhi Prasetya