NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Terpaksa. Sejumlah warga Dusun Glagah Selang, Papungan, Pitu, Ngawi, menggunakan beragam cara untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Warga Dusun Glagah Selang, Papungan, Pitu, itu terpaksa harus mengambil air dari sungai yang jauhnya sekitar dua kilometer. Kekeringan membuat beban hidup
Air yang kondisinya keruh itu untuk keperluan mandi dan mencuci saban hari. Maklum, warga Dusun Glagah Selang, Papungan, Pitu , itu tengah terdampak kekeringan.
‘’Kalau air bersih dari BPBD (badan penanggulangan bencana daerah) sudah habis dan belum ada pengiriman lagi, terpaksa ambil air di sungai,’’ kata Kasni, warga setempat,kepada wartawan Radar Ngawi, kemarin (17/9).
Kasni menyampaikan bahwa akses menuju sungai tidak mudah. Dia harus berjalan kaki naik-turun bukit.
Sepulang bekerja di ladang, Kasni bergegas pergi ke sungai untuk mencuci pakaian sekaligus membawa pulang air.
“Sehari bisa bolak-balik tiga kali mengambil air,” ujarnya.
Sementara itu, dilansir dari Radar Ngawi, petugas BPBD Ngawi Yudha Herlambang menyebutkan 95 KK di Dusun Glagah Selang yang kesulitan memperoleh air bersih.
Pihaknya mendistribusikan 6.000 liter air bersih, Sabtu (16/9) lalu. Dropping air bersih itu untuk membantu warga mencukupi kebutuhan air bersih selama beberapa hari.
“Kemungkinan hanya bisa bertahan dua hari,” ucapnya.
Yudha mengungkapkan, 15 desa telah meminta dropping air bersih. Jumlah itu baru separo dari hasil pendataan 30 desa yang rawan kekeringan.
“Ada kemungkinan desa yang krisis air bersih bertambah,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, hingga Jumat (8/9) lalu, BPBD setempat mencatat terdapat 13 desa di enam kecamatan yang mengalami kekeringan. Data tersebut bertambah dari sebelumnya hanya delapan desa.
“Ada lima desa baru yang saat ini meminta bantuan suplai air bersih,” ungkap Kepala BPBD Ngawi Prila Yuda Putra, waktu itu.
BPBD Ngawi, lanjut Yuda, mengirim 15 ribu hingga 20 ribu liter air bersih setiap harinya. Pengiriman dilakukan bergiliran ke 13 desa terdampak kekeringan.
Tak hanya BPBD, sejumlah instansi lain baik dari pemerintah maupun swasta juga ikut membantu menyuplai air untuk warga.
“Seperti PMI Ngawi yang ikut mengirim air bersih secara berkala,” ujarnya.
Data desa yang mengalami kekeringan bisa bertambah. Pasalnya musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir September. Pihaknya terus mengintensifkan pengiriman air bersih ke desa yang mengalami kekeringan. (sae/cor/naz)
Editor : Budhi Prasetya