Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dilanda kekeringan, Warga Terpaksa Manfaatkan Air Sungai Meski Bercampur Lumut 

Budhi Prasetya • Sabtu, 23 September 2023 | 16:30 WIB
AMBIL DARI SUNGAI: Warga Dusun/Desa Cantel, Kecamatan Pitu, rela mengambil air sungai yang berbau saat bantuan air bersih habis. (ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI)
AMBIL DARI SUNGAI: Warga Dusun/Desa Cantel, Kecamatan Pitu, rela mengambil air sungai yang berbau saat bantuan air bersih habis. (ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Tak ada akar, rotan pun jadi. Kalimat yang tepat untuk menggambarkan kondisi warga Dusun/Desa Cantel, Kecamatan Pitu yang mengalami kekeringan. 

Saat kekeringan pada musim kemarau seperti saat ini, mereka menggantungan pemenuhan air bersih dari bantuan. Jika bantuan tak datang, mereka terpaksa memanfaatkan air sungai. 

Krisis air bersih membuat mereka tak punya pilihan lain. Maklum, sumber air yang mereka miliki tak bisa diharapkan saat kekeringan melanda

"Bantuan air tidak rutin datang," keluh Mardianto, warga setempat, kemarin (22/9).

Ia menuturkan, setidaknya ada 100 KK yang kesulitan air bersih di dusun tersebut. Untuk pemenuhan kebutuhan air, warga membuat sejumlah tempat penampungan air. 

Air untuk mengisi diambil dari sungai yang ada di dekat lokasi tempat penampungan. Meski kondisi air sudah bercampur lumut dan juga berbau tak sedap.

"Jalan ke sungai sekitar 500 meter, tapi air sungai ini juga tidak sepenuhnya jernih. Sampai rumah harus disaring lagi buat keperluan memasak, mandi, cuci, dan kakus," sebutnya.

Warga, kata Mardianto, hanya berharap ada bantuan sumur dalam untuk mengatasi krisis air di dusun setempat.

Pasalnya, bantuan air yang dikirimkan hanya cukup untuk mencukupi kebutuhan dua hari.

"Karena dipakai untuk banyak kebutuhan, termasuk ternak," kata Mardianto. (sae/naz)

Editor : Budhi Prasetya
#air sungai #ngawi #kekeringan