NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Helikopter AS350B3EAS PK DBM mengguyur setidaknya 13.600 liter ke sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Gunung Lawu.
Petak 42 RPH Campurejo masuk Desa Karanggupito, Kecamatan Kendal, Ngawi, menjadi titik yang di-water bombing.
"Hasil pantauan udara kobaran apinya masih besar," kata Kepala Satgas Penanganan Karhutla BKPH Lawu Utara Letkol Arm Didik Kurniawan kemarin (4/10).
Water bombing berlangsung satu jam setengah mulai pukul 11.00 WIB. Helikopter produksi Prancis yang mengangkut 800 hingga 1.000 liter air itu melakukan 17 kali penyiraman.
Isi ulang air dilakukan di kolam renang Sengon Hills, Desa Girimulyo, Jogorogo.
"Upaya water bombing cukup efektif. Beberapa titik api mulai padam," klaimnya.
Satgas Penanganan Karhutla BKPH Lawu Utara sempat melakukan rapat koordinasi lintas daerah dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.
Hasilnya, water bombing akan diarahkan ke Magetan. Yakni, RPH Sarangan, Plaosan, dan RPH Bedagung, Panekan.
"Sasarannya berubah,’’ ujarnya.
Didik menerangkan, pemadaman api di Lawu utara selanjutnya dilakukan dengan cara manual.
Pihaknya menurunkan 200 personel. Sebab, berdasarkan pantauan udara masih ada beberapa titik yang terbakar.
"Yang sudah padam tetap dipantau karena bukan tidak mungkin bara api kembali menyala karena angin,’’ ucapnya. (sae/cor)
WATER BOMBING HARI KEDUA
- Berlangsung 1,5 jam mulai pukul 11.00
- Helikopter lakukan 17 kali penyiraman
- Sekali sorti angkut 800 hingga 1.000 liter air
- Isi ulang air di kolam renang Sengon Hills, Desa Girimulyo, Jogorogo
- Sasaran water bombing beralih ke wilayah Magetan
Sumber: Diolah dari wawancara
Editor : Budhi Prasetya