NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Sasaran water bombing beralih. Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui udara menggunakan helikopter itu berpindah ke wilayah Magetan hari ini.
Pemindahan sasaran water bombing itu merupakan bagian strategi pemadaman karhutla Gunung Lawu. Tim gabungan berfokus memadamkan api di wilayah perbatasan.
Setelah melakukan water bombing di BKPH Lawu Utara kemarin (4/10), helikopter langsung bertolak ke Karanganyar, Jawa Tengah, untuk memadamkan karhutla di daerah itu.
‘’Fokus sementara ke Karanganyar dan Magetan agar kebakaran tidak meluas,’’ kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Gatot Soebroto.
Menurut Gatot, water bombing ke wilayah Magetan dan Karanganyar merupakan bagian dari penyisiran titik api dari sisi timur dan barat. Nantinya, sasaran kembali ke Ngawi sebagai pusat sumber api.
Langkah pemadaman melalui jalur udara diperkuat dengan pembuatan sekat api di darat.
Cara tersebut berhasil memadamkan kebakaran di Gunung Arjuno dan Bromo beberapa waktu lalu.
‘’Proses pemadaman dari udara dan darat ini sangat efektif,’’ ucapnya.
Pengalihan sasaran water bombing merupakan hasil rapat koordinasi BPBD Jatim dengan BPBD Jawa Tengah di posko helipad dan refuel Desa Sidorejo, Kendal, kemarin.
"Perlu rapat koordinasi untuk menyamakan persepsi agar tiga daerah mendapatkan prioritas penanganan water bombing,’’ beber Gatot.
Dalam rakor terungkap bahwa total luasan hutan lindung Gunung Lawu yang terbakar mencapai 1.990 hektare.
"Seluas 1.250 hektare di Ngawi, 700 hektare di Magetan, dan 40 hektare di Karanganyar,’’ urainya. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya