Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kasus Penyekapan Ibu-Anak di Ngawi, Terduga Pelaku Ditahan, Polisi Kedepankan Restorative Justice

Mizan Ahsani • Kamis, 19 Oktober 2023 | 17:23 WIB

 

DISEKAP: Rofia Tusania dan anaknya yang baru berusia dua tahun disekap di dalam kamar mandi yang gelap gulita di Ngawi, Selasa (17/10). (ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI)
DISEKAP: Rofia Tusania dan anaknya yang baru berusia dua tahun disekap di dalam kamar mandi yang gelap gulita di Ngawi, Selasa (17/10). (ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Polisi terus menyelidiki kasus penyekapan ibu dan anak balita di Ngawi. Susilawati, si terduga pelaku, masih ditahan polisi sejak Selasa (17/10).

Kasi Humas Polres Ngawi Iptu Suhardiyanto mengatakan, pihaknya telah mengantongi keterangan penting terkait kasus penyekapan ibu-anak ini.

Suhardiyanto membenarkan bahwa Rofia Tusania, 23, korban penyekapan, semula menyewa motor ke Susilawati. Biaya sewa disepakati Rp 650 ribu sepekan.

Namun, motor itu lantas digadaikan Sukowiyono, bapak Rofia. "Ketika pelaku menagih saat masa sewa berakhir, akhirnya tahu motornya digadaikan," terang Iptu Suhardiyanto.

"Hingga Selasa, pelaku masih menagih, tapi korban tidak bisa melunasi," imbuhnya.

Pun, sempat ada mediasi antara kedua pihak. Pelaku memberi pilihan kepada Rofia untuk menjadi pembantu rumah tangganya dengan gaji per bulan Rp 1 juta.

Itu belum termasuk itungan melunasi uang sewa dan mengganti motor yang digadaikan. "Korban bersedia menjadi pembantu di rumah pelaku," jelasnya.

Namun setelah ada kesepakatan, pelaku membawa korban ke kamar mandi di belakang rumah. Mengunci ruangan tersebut dari luar dan ditinggal pergi ke salah satu rumahnya yang lain.

"Saat ini kami berusaha memediasi korban dan pelaku, agar tercapai restorative justice," ujarnya.

Sementara itu, Susilawati membantah jika dia menyekap korban. Dia mengklaim telah memberi makan dan minum korban.

Susilawati mengaku sengaja mengunci korban di kamar mandi karena tidak ingin barang di rumahnya hilang.

"Saat itu, saya mau keluar. Karena tidak ingin barang di rumah saya hilang, makanya saya kunci," dalih terduga pelaku. (sae/naz)

 

 

Editor : Mizan Ahsani
#ibu #penyekapan #anak #ngawi