Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ponpes Al Hidayah Sondriyan Majasem Berdiri dan Tumbuh di ‘Sarang Penyamun’ 

Budhi Prasetya • Sabtu, 21 Oktober 2023 | 18:30 WIB
MENYATU DENGAN MASYARAKAT: Ponpes Al Hidayah di Dusun Sondriyan, Desa Majasem, tumbuh besar dari sebuah TPQ di masjid. (ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI)
MENYATU DENGAN MASYARAKAT: Ponpes Al Hidayah di Dusun Sondriyan, Desa Majasem, tumbuh besar dari sebuah TPQ di masjid. (ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pendidikan pesantren berkembang pesat di Ngawi. Potret itu dapat dilihat di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hidayah.

Ponpes di Dusun Sondriyan, Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Ngawi, itu semula hanya tempat pendidikan quran (TPQ) kecil.

Kini di 2023, Ponpes Al Hidayah telah berusia 25 tahun. Pun sudah memiliki ribuan santri.

"Di Dusun Sondriyan ada sebuah masjid. Lokasinya di tengah lingkungan remang-remang dengan masyarakat abangan. Pendiri masjid itu KH Zainudin Nawawi, mertua saya,’’ tutur KH Khoirul Anam Mu’min, pengasuh di Ponpes Al Hidayah, Jumat (20/10).

Gus Anam -sapaan KH Khoirul Anam Mu’min- merupakan seorang alumni Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Begitu menikah dengan Endah Khoirul Anam, dia diminta tinggal di Dusun Sondriyan, untuk menyebarkan agama islam.

Dia wilayah tersebut, bisa dibilang banyak orang melakukan bisnis prostitusi. Ketika pertama kali tiba di dusun tersebut, Gus Anam merasa berada di lingkungan yang jauh dari kesan baik.

Hal itu tidak membuatnya menyerah. Dia sangat yakin segala sesuatu yang dijalani demi rida Allah bakal berbuah manis.

"Saat pertama kali di situ, saya merasa seperti di tengah sarang penyamun,’’ ungkapnya.

Gus Anam lantas menggelar TPQ kecil-kecilan di masjid mertuanya. Setelah beberapa waktu berjalan, kegiatan ngaji TPQ di masjid tersebut rupanya semakin diterima.

Semakin banyak warga yang antusias menitipkan anak mereka ngaji di Gus Anam. Pelan tapi pasti, Gus Anam memulai langkah lebih berani. Yaitu mendirikan ponpes pada 18 Juni 1998.

"Saya meminta izin ke ayah mertua untuk mendirikan pondok,’’ kata Gus Anam, sembari menyebut bahwa peran mertuanya sangat besar dalam merintis Ponpes Al Hidayah.

Keberadaan pesantren itu kini tak sekadar mengubah kebiasaan kelam sebelumnya. Seiring ribuan santri dari berbagai daerah datang untuk menuntut ilmu di Majasem, ekonomi warga pun bertumbuh.

"Keberadaan pesantren harus menyatu dengan masyarakat, dan memberi manfaat untuk sekitarnya,’’ tukasnya. (rio/sae/naz)

Editor : Budhi Prasetya
#KH Khoirul Anam #ponpes #santri #Al Hidayah #ngawi #gus anam