NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Penjualan kendaraan bermotor di Ngawi tahun ini terbilang lesu. Temuan itu didapat Samsat Ngawi yang melakukan survei ke sejumlah dealer kendaraan bermotor di Bumi Orek-Orek.
“Terjadi penurunan penjualan kendaraan,’’ ungkap Adpel Samsat Ngawi Susanto, Senin (23/10).
Data yang dihimpun Samsat Ngawi, penurunan penjualan kendaraan bermotor tahun ini turun di kisaran 20 persen hingga 40 persen.
"Ada dealer yang biasanya sebulan laku 100, sekarang hanya 60 unit,’’ sebutnya.
Susanto mengatakan, penurunan daya beli masyarakat tahun ini juga terpotret dari data pertumbuhan kendaraan baru di daerah setempat.
Dia mengatakan, jumlah kendaraan di Ngawi mencapai 293.910 per akhir September lalu.
Bertambah sekitar 12.804 dari total 281.106 unit kendaraan yang tercatat di akhir 2022 lalu. Padahal pada 2022, jumlah kendaraan baru mencapai 14.569 unit.
"Mungkin salah satu penyebabnya kondisi ekonomi,’’ ujar Susanto.
Tren penurunan jumlah kendaraan rupanya terpotret sejak tiga tahun terakhir. Berdasarkan data UPT Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemprov Jatim, total kendaraan di Ngawi pada 2022 mencapai 281.106 unit.
Jumlah tersebut turun sekitar 38.337 kendaraan dari total kendaraan di Ngawi pada tahun 2021 yang mencapai 319.443 unit.
Sementara pada 2020, jumlah kendaraan di Ngawi mencapai 326.541 kendaraan.
"Penurunan angka ini juga berkaitan dengan mutasi kendaraan keluar,’’ terangnya.
Kendati jumlah kendaraan baru turun, realisasi pajak kendaraan bermotor (PKB) di Ngawi terbilang aman.
Hingga akhir pekan lalu, realisasi pungutan PKB mencapai Rp 89 miliar. Sudah tercapai 81 persen dari target Rp 109 miliar.
"Banyak masyarakat memanfaatkan bebas biaya balik nama, pajak progesif dan bebas denda,’’ tukasnya. (sae/naz)
Kendaraan Bermotor dalam Angka
- 804 tambahan kendaran baru tahun ini
- 910 kendaraan per akhir September 2023
- 569 tambahan kendaraan baru per 2022
- 106 kendaraan per akhir 2022
Sumber: Samsat Ngawi
Editor : Budhi Prasetya