NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Ngawi pekan lalu menimbulkan kerugian materiil yang tidak sedikit.
Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat mencatat tiga rumah di Kecamatan Ngawi dan Pitu ambruk. Derita kerugian akibat peristiwa tersebut ditaksir Rp 85 juta.
"Dua kejadian rumah ambruk menimpa pemilik rumahnya. Tapi tidak sampai ada korban jiwa,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD Ngawi Prila Yuda Putra kemarin (5/11).
Yuda menyampaikan prakiraan peralihan musim kemarau ke penghujan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Yakni, waktunya dasarian kedua bulan ini. Peralihan musim biasanya ditandai dengan hujan sporadis dan angin kencang.
"Masyarakat yang berkendara saat hujan harus mewaspadai potensi pohon tumbang,’’ ujarnya.
BPBD juga mewaspdai potensi banjir bandang di kawasan hutan Gunung Lawu yang sempat terbakar beberapa waktu lalu.
Perangkat daerah itu menyisir munculnya tahanan air akibat penumpukan patahan ranting dan batang pohon yang terbakar.
Pengelola wisata air terjun di lereng Lawu juga diminta waspada ketika hujan lebat mengguyur.
"Kalau debit air meningkat, wisatawan harus segera dievakuasi menjauh dari air terjun,’’ ucapnya. (sae/cor)
TIGA RUMAH AMBRUK DIAMUK ANGIN KENCANG
- Rumah milik Pardi, Desa Bangunrejo Lor, Pitu
Kerugian Rp 30 juta
- Rumah milik Murdoko, Desa Cantel, Pitu
Kerugian Rp 25 juta
- Rumah milik Surat, Desa Mangunharjo, Ngawi
Kerugian Rp 30 juta
(Sumber: BPBD Ngawi)
Editor : Budhi Prasetya