NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Ratusan petani penggarap lahan hutan atau pesanggem dari Desa/Kecamatan Pitu, Ngawi, menggelar aksi unjuk rasa, Kamis (9/11) kemarin.
Ratusan pesanggem Desa Pitu Ngawi itu memprotes Universitas Gadjah Mada (UGM). Program blue carbon initiative yang akan dijalankan dituding merugikan mereka.
Menurut pesanggem, kampus ternama itu secara tidak langsung mengusir pesanggem melalui program yang dijalankan bersama dengan Pertamina Foundation di wilayah Desa Pitu, Ngawi.
"Tiba-tiba dua bulan, masyarakat diminta pergi, ini seolah-olah digusur,’’ kata sekretaris BPD Desa Pitu, Sri Wahyuni.
Sudah bertahun-tahun masyarakat mengelola hutan di wilayah Pitu. Mereka yang terlanjur menanam tebu diminta membunuh tanamannya dalam waktu dua bulan.
Sebab pihak UGM hendak menanam pohon dan tanaman hutan dalam program kerja sama kampus-pemerintah- Pertamina Foundation tersebut.
UGM mendapatkan izin pengelolaan kawasan hutan dengan tujuan khusus atau KHDTK di wilayah Getas-Ngandong seluas 10.867 hektare (meliputi Kabupaten Ngawi hingga Blora).
Khusus di wilayah Pitu, luas lahan mereka sekitar 800 hektare.
"Masyarakat ingin mencari solusi, karena belum ada kesepakatan atau titik temu,’’ terangnya.
Wahyuni mengatakan, 2020 lalu sempat ada pengukuran dengan UGM terkait perjanjian sewa kelola.
Saat itu, kedua pihak sempat membahas biaya sewa senilai Rp 4,5 juta rupiah hektare.
"Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan dan tiba-tiba masyarakat diminta pergi,’’ kata Wahyuni.
Pengelola KHDTK UGM Slamet Rianto mengatakan, UGM akan menanam kepuh, jati, kayu putih dan berbagai jenis pohon buah.
Guna mencapai target penyerapan karbon program blue carbon initiative.
"Kita negosiasi lagi dengan petani. Tawaran kami jelas, lahan dibagi dua, untuk pohon hutan dan untuk pertanian yang dikelola petani,’’ bebernya. (sae/naz)
Polemik Blue Carbon Initiative
- Hutan yang berpolemik berada di Desa/Kecamatan Pitu
- KHDTK yang dikelola UGM di wilayah Pitu seluas 800 hektare
- Pesanggem diminta membunuh tanaman tebu yang mereka tanam dalam waktu dua bulan ke depan
- Setelah itu, pihak UGM akan menanami tanaman baru untuk mencapai target penyerapan karbon dalam program Blue Carbon Initiative
- Menurut pesanggem, pohon yang ditanam UGM sejak 2020 lalu banyak yang mati
- Pesanggem ragu program ini berjalan dengan baik di Ngawi
Editor : Budhi Prasetya