Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Merasa Tergusur UGM, Pesanggem Protes Program Blue Carbon Initiative  di Desa Pitu

Budhi Prasetya • Jumat, 10 November 2023 | 19:00 WIB
UNRAS: Ratusan pesanggem menggelar unras memprotes program Blue Carbon Initiative yang akan dilaksanakan UGM di wilayah hutan yang mereka kelola, Kamis (9/11). (ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI)
UNRAS: Ratusan pesanggem menggelar unras memprotes program Blue Carbon Initiative yang akan dilaksanakan UGM di wilayah hutan yang mereka kelola, Kamis (9/11). (ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI)

 

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Ratusan petani penggarap lahan hutan atau pesanggem dari Desa/Kecamatan Pitu, Ngawi, menggelar aksi unjuk rasa, Kamis (9/11) kemarin.

Ratusan pesanggem Desa Pitu Ngawi itu memprotes Universitas Gadjah Mada (UGM). Program blue carbon initiative yang akan dijalankan dituding merugikan mereka.  

Menurut pesanggem, kampus ternama itu secara tidak langsung mengusir pesanggem melalui program yang dijalankan bersama dengan Pertamina Foundation di wilayah Desa Pitu, Ngawi.

"Tiba-tiba dua bulan, masyarakat diminta pergi, ini seolah-olah digusur,’’ kata sekretaris BPD Desa Pitu, Sri Wahyuni.

Sudah bertahun-tahun masyarakat mengelola hutan di wilayah Pitu. Mereka yang terlanjur menanam tebu diminta membunuh tanamannya dalam waktu dua bulan.

Sebab pihak UGM hendak menanam pohon dan tanaman hutan dalam program kerja sama kampus-pemerintah- Pertamina Foundation tersebut.

UGM mendapatkan izin pengelolaan kawasan hutan dengan tujuan khusus atau KHDTK di wilayah Getas-Ngandong seluas 10.867 hektare (meliputi Kabupaten Ngawi hingga Blora).

Khusus di wilayah Pitu, luas lahan mereka sekitar 800 hektare.

"Masyarakat ingin mencari solusi, karena belum ada kesepakatan atau titik temu,’’ terangnya.

Wahyuni mengatakan, 2020 lalu sempat ada pengukuran dengan UGM terkait perjanjian sewa kelola.

Saat itu, kedua pihak sempat membahas biaya sewa senilai Rp 4,5 juta rupiah hektare.

"Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan dan tiba-tiba masyarakat diminta pergi,’’ kata Wahyuni.

Pengelola KHDTK UGM Slamet Rianto mengatakan, UGM akan menanam kepuh, jati, kayu putih dan berbagai jenis pohon buah.

Guna mencapai target penyerapan karbon program blue carbon initiative.

"Kita negosiasi lagi dengan petani. Tawaran kami jelas, lahan dibagi dua, untuk pohon hutan dan untuk pertanian yang dikelola petani,’’ bebernya. (sae/naz)

 

Polemik Blue Carbon Initiative

 

Editor : Budhi Prasetya
#penggarap lahan hutan #pesanggem #Desa Pitu #ugm #blue carbon #ngawi