NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Seorang pelajar kelas 8 SMP Negeri 1 Gerih di Ngawi, harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami kejang-kejang dan sesak napas, pada Selasa (28/11) sore lalu.
Korban diduga menjadi korban bullying atau perundungan oleh tiga temannya. Pelajar tersebut berinisial MSS, 14 tahun.
Menurut kesaksian teman sekelasnya yang berinisial AP, awalnya korban sedang bercanda bersama teman-temannya di dalam kelas.
Tiba-tiba, korban dipukul salah satu temannya yang saat itu bercanda dengan korban. Korban dipukul menggunakan tangan dan gagang sapu hingga mengenai kepala korban.
"Korban sempat menangis dan kejang-kejang," terangnya.
Sementara itu, Agus Nur Setyadi, kepala SMP Negeri 1 Gerih, membantah terjadinya bullying di sekolahnya. Dia mengatakan, awalnya mereka hanya berkelahi guyonan.
Namun, pukulan salah satu teman korban mengenai dada korban. "Sebelumnya, korban juga memiliki riwayat sesak napas, sehingga dilarikan ke rumah sakit," ujarnya.
Dia mengatakan guyonan tersebut terjadi saat sedang istirahat dan menunggu giliran salat di musala sekolah pada Selasa lalu. Rencananya, korban akan pulang ke rumah kakeknya setelah kondisinya pulih kembali.
Kapolsek Gerih Iptu Agus Hari Santoso membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya mengatakan korban saat ini sudah membaik dan pulang dari rumah sakit.
Selain itu, keluarga korban dengan pelaku telah dipertemukan pihak sekolah pada Rabu siang (29/11). Mereka sepakat berdamai dan tidak membawa kasus dugaan bulliying ke ranah hukum. "Semua sepakat berdamai," pungkasnya. (sae/naz)
Editor : Mizan Ahsani