Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ketika Seribu Rupiah di Tangan Istri yang Tepat, Emak-Emak demi Harga Miring di Operasi Pasar 

Budhi Prasetya • Jumat, 8 Desember 2023 | 20:00 WIB

SEMBAKO MURAH: Suasana operasi pasar yang digelar Pemkab Ngawi di Alun-alun Merdeka, Kamis (7/12) kemarin. (ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI)
SEMBAKO MURAH: Suasana operasi pasar yang digelar Pemkab Ngawi di Alun-alun Merdeka, Kamis (7/12) kemarin. (ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Ibu rumah tangga di Ngawi ini tak ingin menyia-nyiakan uang belanja bulanan pemberian suaminya.

Kalangan emak-emak itu harus pandai memanfaatkan uang belanja bulanan saat harga sejumlah bahan pokok naik.

Laiknya ungkapan yang sempat ngetrend di media sosial, uang seribu rupiah pun sangat berarti untuk belanja keperluan dapur. 

Tak heran jika operasi pasar sembako murah menyedot perhatian warga yang mayoritas didominasi ibu rumah tangga.

Baca Juga: Gelar Operasi Pasar di Kasreman, Bupati Klaim Gejolak Harga Bapok Tak Tinggi

Seperti yang terlihat di Alun-alun Merdeka Ngawi, ratusan warga rela mengantre dalam operasi pasar yang digelar Kamis (7/12) kemarin.

''Harus berdesakan, sembako di pasar mahal dan akan semakin naik karena Natal dan Tahun Baru,'' kata Rusmini, seorang warga yang ikut mengantre.

Di operasi pasar itu, Rusmini membeli dua karung beras ukuran lima kilogram seharga Rp 51 ribu.

Perempuan 55 tahun warga Margomulyo, Ngawi, itu juga membeli minyak goreng Rp 13.500 per liter.

''Kalau di pasar, beras itu Rp 65-70 ribu dan minyak Rp 15 ribu,'' ungkapnya.

Keseharian Rusmini membuka warung makan. Kenaikan harga sejumlah sembako membuatnya sulit.

Baca Juga: Tekan Inflasi, Pemkab Madiun Gelar Operasi Pasar hingga Akhir Tahun

''Tidak mungkin menaikkan harga makanan, rela mengantre agar dapat sembako murah,'' ujarnya.

Wabup Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menyebutkan, operasi pasar digelar untuk memastikan tiga hal.

Yaitu, pengendalian harga, menjaga inflasi, dan memastikan kecukupan kebutuhan pokok hingga Natal dan Tahun Baru.

''Dengan operasi pasar ini kami berharap masyarakat bisa mendapatkan sembako dengan harga terjangkau,'' kata Antok, sapaan wabup.

Pemkab Ngawi menyediakan berbagai macam sembako dalam operasi pasar tersebut.

Seperti beras, minyak goreng, telur, cabai, gula, daging ayam, bawang merah, bawang putih, dan aneka sayur.

Perbedaan harga mencapai Rp 1.000 - 3.000 dari harga pasaran.

''Kami coba pelajari alur distribusi agar bisa memastikan stok maupun harga pangan aman dan terjangkau,'' ungkap Antok.

Kabid Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi Dwi Rahayu Puspitaningrum memerinci ketersediaan komoditas dalam operasi pasar.

Meliputi, 10 ton beras, 400 kilogram gula pasir, 500 liter minyak goreng, 150 kilogram bawang merah, 100 kilogram bawang putih, 600 kilogram telur, 100 kilogram cabai rawit, dan 50 kilogram cabai besar.

''Stok beberapa komoditas berkurang sehingga harga di pasaran naik,'' ujarnya. (sae/den)

Editor : Budhi Prasetya
#uang belanja #ngawi #Dwi Rianto Jatmiko #alun-alun merdeka #wakil bupati #Operasi Pasar