NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Masyarakat Ngawi turut mengawasi pelaksanaan pesta demokrasi alias pemilu tahun depan.
Sejumlah warga membentuk kelompok Warga Pengawas Netralitas (WPN) dengan tujuan menciptakan Pemilu 2024 yang bersih, jujur, dan adil.
"WPN wadah partisipasi masyarakat untuk ikut mengawasi penyelenggaraan pemilu,’’ kata Agus Fathoni, salah satu anggota WPN Ngawi, kemarin (13/12).
Menurut Agus, WPN yang dibentuk Selasa (12/12) lalu fokus mengawasi netralitas instrumen penyelenggara pemilu dan pejabat negara lainnya.
Meliputi komisi pemilihan umum (KPU), badan pengawas pemilu (Bawaslu), TNI, Polri, dan ASN.
Pihaknya menciptakan aplikasi khusus sebagai sarana pelaporan indikasi pelanggaran netralitas.
"Lingkup pengawasannya sampai ke tingkat TPS (tempat pemungutan suara) dengan tahapan hingga penghitungan suara,’’ ujarnya.
Agus berharap kehadiran WPN menjadi kekuatan baru dalam mengawal penyelenggaraan Pemilu 2024.
Pihaknya ingin pemimpin berkualitas dan bermartabat lahir dari proses yang demokratis.
"Masalah netralitas sudah ada sejak pemilu sebelumnya. Dan kali ini terindikasi menguat,’’ paparnya.
Ketua Bawaslu Ngawi Yohanes Pradana Vidya Kusdanarko menyatakan, semua lapisan masyarakat berhak untuk mengawasi Pemilu 2024.
Pihaknya berharap semakin banyak kelompok yang berpartisipasi melakukan pengawasan.
"Karena akan menjadi penguat pelaksanaan pemilu yang benar-benar demokratis,’’ tuturnya. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya