Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sebelas Produk UMKM Lolos Kurasi Layak Ekspor, Dibawa Pameran ke Tiga Negara, Batik dan Furnitur Ngawi Dipasarkan di Dubai

Budhi Prasetya • Jumat, 15 Desember 2023 | 18:30 WIB

DUKUNG UMKM: Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengunjungi salah satu stan Kurasi Produk Ngawi yang digelar 1–3 Desember lalu. (DPPTK UNTUK JAWA POS RADAR NGAWI)
DUKUNG UMKM: Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengunjungi salah satu stan Kurasi Produk Ngawi yang digelar 1–3 Desember lalu. (DPPTK UNTUK JAWA POS RADAR NGAWI)
 

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi tiada henti berupaya meningkatkan kualitas produk usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Setelah menggelar event Ngawi Furniture Fair (NFF) Juli lalu, perangkat daerah itu menyelenggarakan Kurasi Produk Ngawi pada 1 hingga 3 Desember lalu.

Acara Kurasi Produk Ngawi itu sebagai sarana memberikan pendampingan produk, media marketing, kurasi produk, dan tes pasar ekspor.

"Kami menggandeng Universitas Brawijaya, ada 11 produk UMKM yang lolos kurasi produk layak ekspor dari 50 UMKM peserta,’’ kata Kepala DPPTK Ngawi Kusumawati Nilam Kamis (14/12) kemarin.

Sebelas produk UMKM layak ekspor terbagi beberapa kategori. Perinciannya, lima produk dari kategori makanan dan minuman meliputi olahan makanan krispi, kue, serta kopi Ngrayudan.

Selain kategori makanan dan minuman, empat produk dari kategori furnitur dan dua lainnya batik juga tercatat lolos kurasi.

Nilam mengungkapkan, produk kategori makanan minuman dibawa ke Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di Chicago, Amerika Serikat.

Sedangkan batik dan furnitur dipasarkan ke ITPC di Dubai, Uni Emirat Arab, dan Belanda.

‘’Barang produksinya sudah dibawa untuk pameran di tiga negara, US, UAE, dan Belanda,’’ urainya.

Kementerian Perdagangan, lanjut dia, menggalakkan ekspor produk UMKM dengan pangsa luar negeri tahun depan.

Kegiatan itu merespons lesunya sektor tersebut akibat terdampak pandemi Covid-19 dan konflik di Eropa.

Program pusat dinilai linier dengan kabupaten ini yang ingin lebih banyak produk UMKM ekspansi ke luar negeri.

‘’Sebenarnya banyak UMKM furnitur yang diekspor ke luar negeri. Tapi masih undername (di bawah nama, Red) perusahaan eksportir kota-kota besar, seperti Jogjakarta, Semarang, Jepara, Surabaya, dan Bali,’’ paparnya. 

Nilam mengklaim produk furnitur Ngawi punya kualitas tinggi. Namun masih butuh pendampingan branding, marketing digital, dan mekanisme ekspor.

‘’Kami ingin UMKM bisa ekspor dengan atas nama mereka sendiri agar hasilnya lebih maksimal,’’ tuturnya. (sae/cor)

Editor : Budhi Prasetya
#umkm #batik #kurasi produk #ngawi