NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Seratusan nyawa terenggut sia-sia di jalan raya. Polres Ngawi mencatat 138 orang tewas setelah mengalami kecelakaan lalu lintas (laka lantas) sepanjang tahun ini.
Jumlah korban einggal akibat laka lantas itu naik empat persen dibandingkan tahun 2022 kemarin.
"Tahun lalu ada 133 korban meninggal,’’ kata Kapolres Ngawi AKBP Argowiyono.
Fatalitas laka lantas tahun ini lebih tinggi dibandingkan 2022. Pasalnya jumlah kejadiannya lebih sedikit.
Perbandingannya, 980 dengan 1.047 kejadian. Di sisi lain, jumlah korban luka berat dan ringan juga meningkat (data lihat grafis).
Salah satu laka lantas menonjol tahun ini terjadi pada Januari lalu. Mobil Mobil Honda Mobilio menumbur truk tronton Jalan Ring Road Barat masuk Desa Kandangan, Ngawi. Tujuh orang meninggal dalam insiden tersebut.
Selain itu, laka lantas maut antara bus Sugeng Rahayu dengan Eka di Jalan Raya Ngawi-Maospati, akhir Agustus lalu.
Insiden adu moncong di ruas jalan masuk Desa Tambakromo, Geneng, itu mengakibatkan empat orang tewas. Puluhan penumpang luka berat dan ringan.
Argowiyono mengimbau masyarakat memperhatikan keamanan dan keselamatan saat berkendara. Kelalaian dalam berkendara dapat memicu laka lantas.
"Perhatikan kesehatan tubuh dan kondisi kendaraan,’’ tuturnya. (sae/cor)
KASUS LAKA LANTAS DUA TAHUN TERAKHIR
KETERANGAN 2023 2022
Kejadian 980 kasus 1.047 kasus
Meninggal 138 orang 133 orang
Luka berat 51 orang 44 orang
Luka ringan 1.776 orang 1.688 orang
Sumber: Polres Ngawi
Editor : Budhi Prasetya