Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tragis, Ibu dan Anak di Ngawi Ditemukan Tewas di Dalam Kamar, Jasad Si Buah Hati Dipelukan Siti

Budhi Prasetya • Selasa, 2 Januari 2024 | 14:30 WIB

NAHAS: Pasangan ibu dan anak warga Desa Guyung, Gerih, ditemukan meninggal di dalam kamar kemarin (1/1). (ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI)
NAHAS: Pasangan ibu dan anak warga Desa Guyung, Gerih, ditemukan meninggal di dalam kamar kemarin (1/1). (ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI)
 

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Senin (1/1) menjadi hari kelabu bagi Napas Sumiasi. Nenek berumur 75 tahun harus merasakan duka mendalam di hari pertama tahun 2024.

Bagimana tidak, warga Desa Guyung, Gerih, Ngawi, kehilangan dua orang yang dicintainya. Ironisnya, ia menjadi orang pertama yang menemukan raga anak dan cucunya tak lagi bernyawa.

Siti Chotijah dan bayi laki-laki berumur tiga bulan yang merupakan anak dan cucu Napas Sumiasi ditemukan tewas di dalam kamar rumahnya di Desa Guyung, Gerih, Ngawi.

''Yang meninggal itu pasangan ibu dan anak,'' kata Kapolsubsek Gerih Iptu Agus Hari Santoso.

Jasad Siti dan putranya itu ditemukan Sumiasi yang curiga anak dan cucunya tak keluar kamar kendati sudah siang.

''Saat ditemukan, kondisi ibu memeluk bayinya yang sedikit tertindih,'' ungkap Agus.

Bagi Sumiasi, kenyataan itu ibarat petir di siang bolong. Sebab, malamnya korban masih sempat ikut merayakan pergantian tahun bersama keluarga.

Malam yang penuh keceriaan di rumah yang ditinggali bersama itu seketika menjadi nestapa sekitar pukul 07.00 WIB kemarin.

''Di waktu subuh, korban diketahui masih salat dan membalas pesan WhatsApp,'' ujar kapolsubsek.

Polres setempat segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim inafis diterjunkan untuk melakukan visum. Sejumlah saksi turut dimintai keterangan.

"Korban (Siti Chotijah, Red) punya riwayat hipertensi," kata Kasatreskrim Polres AKP Joshua Peter Krisnawan.

Jasad korban diperiksa di RSUD dr Soeroto selama tiga jam. Dokter tidak menemukan bekas luka pada kedua korban. Johsua mengatakan, diduga kuat kematian disebabkan hipertensi kambuh.

''Hal tersebut diketahui dari ciri-ciri mata dan bibir korban yang mengarah ke kematian mendadak,'' ujar kasatreskrim.

Sementara untuk bayi, diduga meninggal karena kehabisan napas akibat tertindih saat sedang disusui. Polisi tidak ditemukan bukti dugaan pembunuhan di TKP.

"Dugaanya ibu korban meninggal karena hipertensi dan sang anak kehabisan napas karena tertindih," pungkasnya. (sae/den)

Editor : Budhi Prasetya
#tewas di dalam kamar #ibu dan anak #Kasatreskrim #ngawi