Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Soal Kecelakaan Bus Restu Panda di Tol Soker Ruas Ngawi, Sopir: Saya Tidak Melihat Ada Truk Trailer

Budhi Prasetya • Kamis, 4 Januari 2024 | 18:00 WIB

TUMPAH RUAH: Muatan tiang pancang yang dibawa truk trailer tumpah usai ditabrak bus pariwisata Restu, di Ngawi, Rabu (3/1) pagi. (ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI)
TUMPAH RUAH: Muatan tiang pancang yang dibawa truk trailer tumpah usai ditabrak bus pariwisata Restu, di Ngawi, Rabu (3/1) pagi. (ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI)
 

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Basri, sopir bus Restu Panda, tak pernah menyangka bakal mengalami celaka saat melintas di Tol Soker (Solo-Kertosono) pada hari Rabu (3/1) dini hari kemarin.

Bus Restu Panda nopol N 7223 UF yang dikemudikannya menabrak truk trailer pengangkut tiang pancang di Tol Soker Km 567 B masuk Desa Bangunrejo Kidul, Kedunggalar, Ngawi.

Rombongan puluhan Guru SMP Charis National Academy, Kota Malang yang jadi penumpang Bus Restu Panda memang selamat meski sebagian mengalami luka. Namun tidak demikian dengan Anugerah Aviciena Arif, kernet bus.

Lelaki berumur 30 tahun itu menjadi korban tewas dalam kecelakaan maut tersebut bersama dengan David Angga Fauzi, kernet truk.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ngawi, kecelakaan bermula ketika tiga bus rombongan guru yang hendak berwisata ke Jogjakarta untuk liburan itu melaju beriringan dari arah timur.

Posisi bus yang dikemudikan Basri berada paling depan. Menjelang TKP, bus pariwisata bergambar panda itu hendak masuk ke lajur lambat.

Basri mengaku melaju di jalur lambat untuk menunggu dua bus lain. Pasalnya, sebelum kejadian, ia sempat menengok spion dan melihat 2 bus rombongan yang ada dibelakanganya tertinggal jauh.

Tiba-tiba kendaraan menghantam buritan truk trailer yang mengangkut tiang pancang atau paku bumi.

"Tapi saya tidak melihat ada truk trailer. Kondisinya kondisi gelap dan tidak ada penanda di belakang truk,’’ bebernya sembari mengaku memacu bus dengan kecepatan 90 kilometer per jam.

Menurut pengakuannya, Basri sudah berupaya menghindari tumburan saat menyadari di depannya ada truk muatan paku bumi.

Upaya banting setir ke kanan yang dilakukannya tak membuahkan hasil. Manuver itu gagal meloloskan bus yang dikemudikannya dari maut. Bagian kiri bus menabrak sisi kanan belakang truk.

"Karena jaraknya terlalu dekat,’’ ujarnya.

Kerasnya benturan membuat sebagian muatan kendaraan yang melaju di lajur lambat itu menembus bagian kiri bus.

Kernet bus dan truk meninggal karena benturan dengan tiang pancang tersebut. Belakangan diketahui kondisi sopir truk kritis.

Diberitakan sebelumnya, dua korban meninggal dunia dalam persitiwa kecelakaan maut bus Restu Panda yang menabrak bagian belakang truk trailer di Tol Soker ruas Ngawi.

Keduanya adalah kernet  kedua kendaraan tersebut. Sementara Suwigyo, sopir truk, dan pengemudi bus Restu Panda Muhammad Basri, menjadi korban luka.

Sedikitnya lima penumpabng bus Restu Panda yang mengalami luka dibawa ke RS Widodo dan RSI At-Tin Husada, Ngawi, untuk mendapatkan perawatan.

Menurut keterangan penumpang selamat, laju bus Restu Panda dirasakan tidak stabil lurus alias meliuk-liuk.

"Saya merasa busnya kayak ular (melaju tidak stabil, Red),’’ kata Elfa, salah satu penumpang bus Restu selamat, sembari menggeliang-geliutkan tangan kanannya menggambarkan laju bus yang dirasakannya saat itu.

Bus yang membawa 36 guru SMP di Kota Malang dengan tujuan ke Jogjakarta untuk liburan itu akhirnya menumbur truk trailer B 9148 BEA, Rabu (3/1), sekitar pukul 02.30 WIB.

"Setelah kejadian saya teriak minta tolong,’’ ungkap Elfa ditemui di IGD RS Widodo. (sae/cor)

Editor : Budhi Prasetya
#bus restu panda #Tol Soker #kecelakaan #ngawi