NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kecelakaan yang terjadi di Tol Soker (Solo-Kertosono) pada hari Rabu (3/1) dini hari kemarin menyisakan kisah pilu.
David Angga Fauzi, kernet truk trailer nopol B 9148 BEA yang diseruduk bus Restu Panda di KM 567 Tol Soker, masuk Desa Bangunrejo Kidul, Kedunggalar, Ngawi, sempat tertimpa tiang pancang.
Ironis, selama tiga jam setengah tubuh David tertimbun tiang pancang alias paku bumi yang menjadi barang muatan truk trailer.
Kondisi itu harus dialaminya lantaran proses evakuasi membutuhkan alat berat. Alhasil, korban harus menahan sakit sejak sekitar pukul 02.30 WIB.
''Berhasil dievakuasi sekitar pukul 06.00 setelah mendatangkan crane dari Jawa Tengah,'' ungkap Sapari.
Sayang, nyawanya tak terselamatkan meski proses evakuasi yang dilakukan petugas berhasil mengangkat tubuhnya dari timbunan material bangunan itu.
''Kernet truk meninggal saat dibawa ke rumah sakit,'' kata Kasatlantas Polres Ngawi AKP M. Sapari, Rabu (3/1) kemarin.
Kasatlantas itu mengungkapkan jika proses evakuasi dua kendaraan yang terlibat kecelakaan maut itu justru lebih lama dibanding upaya penyelamatan kernet truk.
Sapari menyebutkan, bus dan truk trailer berhasil dievakuasi pukul 11.00 WIB. Hujan yang mengguyur kawasan TKP disebut-sebut sebagai kendala.
''Perlu ekstra hati-hati agar pengguna tol tetap aman,'' ujarnya.
Polisi belum berani ambil kesimpulan penyebab tabrakan dengan dua korban jiwa tersebut. Selain kernet truk trailer, nyawa kernet bus Restu yang bernama Anugerah Aviciena Arif juga tak selamat.
Itu setelah bagian depan sisi kiri bus menghantam keras tiang pancang muatan truk trailer. Sementara, ada tujuh korban luka-luka (selengkapnya lihat grafis). Mereka dirawat di RS At Tin Husada dan RS Widodo.
"Saat ini masih dilakukan penyelidikan penyebab kecelakaan," ungkap kasatlantas.
Keterangan sejumlah saksi telah dihimpun. Pun, olah TKP. Bekas pengereman di lokasi kejadian tak ketinggalan jadi catatan petugas.
Dua kendaraan terlibat laka diamankan sebagai barang bukti.
''Dugaan sementara, kelalaian sopir bus. Tapi, masih kami selidiki,'' pungkas Sapari.
Sebelumnya, kecelakaan bermula bus Restu Panda kecelakaan bermula ketika tiga bus rombongan guru yang hendak berwisata ke Jogjakarta untuk liburan itu melaju beriringan dari arah timur.
Posisi bus nopol N 7223 UF yang dikemudikan Basri berada paling depan. Menjelang TKP, bus pariwisata bergambar panda itu hendak masuk ke lajur lambat.
Basri, sopir bus, mengaku melaju di jalur lambat untuk menunggu dua bus lain. Pasalnya, sebelum kejadian, ia sempat menengok spion dan melihat 2 bus rombongan yang ada dibelakanganya tertinggal jauh.
Tiba-tiba kendaraan menghantam buritan truk trailer yang mengangkut tiang pancang atau paku bumi.
Benturan keras yang terjadi sekitar pukul 02.30 WIB itu membuat paku bumi terdorong kuat ke arah depan. Ruang kemudi truk trailer ringsek seketika. (sae/den)
KORBAN LUKA KECELAKAAN BUS RESTU PANDA
- Suwigno (55 tahun), pengemudi truk trailer, mengalami luka robek kepala samping kanan, pendarahan telinga, robek kaki dan ibu jari kaki kanan, patah ibu jari kaki kanan.
- Muhammad Basri, 48, warga Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati, Pasuruan, sopir bus restu
- Dian Prihandini (51 tahun), penumpang bus Restu, mengalami luka babras wajah, babras bibir, lecet siku tangan kanan.
- Gloria Christi (42 tahun), penumpang bus Restu, mengalami luka robek kepala kiri, robek pergelangan kaki kanan, nyeri dada, pusing.
- Mujianto (36 tahun), penumpang bus Restu, mengalami luka nyeri pinggang, robek pantat.
- Fety Tanjung Sari (44 tahun), penumpang bus Restu, mengalami luka babras wajah, nyeri dada.
- Erwin Prasetya (33 tahun), penumpang bus Restu, mengalami luka nyeri dada, robek pelipis kanan, nyeri bahu kanan.
- Puspita Kinanti Putri (23 tahun), penumpang bus Restu, mengalami luka pendarahan hidung, pusing mual
Editor : Budhi Prasetya