NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Upaya pencarian pria lanjut usia (lansia) yang dilaporkan tenggelam di aliran Bengawan Solo, membuahkan hasil.
Petugas gabungan menemukan tubuh tak bernyawa Bani, Rabu sore (3/1) kemarin. Jasad lansia berumur 61 itu mengambang sejauh 35 kilometer dari titik tenggelam yang berada di Desa Karanggeneng, Pitu, Ngawi.
"Korban ditemukan di aliran Bengawan Solo sekitar Dusun Ngambong, Desa/Kecamatan Pitu,’’ kata Joko Supriyono, petugas badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Ngawi.
Bani dilaporkan tenggelam Selasa (2/1) pagi. Korban tidak kembali ke bibir sungai ketika mengambil gelondongan kayu yang hanyut di Bengawan Solo.
Pencarian melalui penyusuran darat dan sungai berlanjut keesokan harinya. Puluhan petugas gabungan dikerahkan dalam pencarian korban.
"Pencarian hari kedua mengerahkan sekitar 80 personel,’’ ujarnya.
Joko mengatakan, petugas menurunkan empat perahu karet untuk menyusuri Bengawan Solo. Dalam proses pencarian, pihaknya menerima laporan ada mayat mengambang.
"Kami evakuasi dan konfirmasi ke pihak keluarga korban, ternyata benar jenazah itu Bani,’’ ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Bani dilaporkan hanyut ketika hendak mencari gelondongan kayu yang terbawa banjir.
Saat kejadian, korban diketahui bersama temannya tengah membawa kayu yang mengapung ke tepian aliran Bengawan Solo dengan cara berenang. Keduanya berenang secara bergantian.
"Namun, korban tidak kunjung kembali ke daratan ketika giliran mengambil sebuah kayu," kata Kurnia, kepala dusun setempat. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya