NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Sinyal bahaya kasus demam berdarah dengue (DBD) yang disebarkan nyamuk aedes aegypti di awal 2024 menyala.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi menerima laporan peningkatan penderita DBD di tiga kecamatan bulan ini.
Dari catatan dinkes, peningkatan penderita DBD itu tersebar di Kecamatan Ngawi, Kasreman, dan Kwadungan.
"Puskesmas Ngawi dan Ngawi Purba mencatat kenaikan kasus DBD yang cukup drastis,’’ kata Anang Ristanto, pengelola program penyakit menular vektor Dinkes Ngawi, Selasa (9/1) kemarin.
Anang belum menerima data secara lengkap jumlah kasus akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut bulan ini.
Namun, dirinya mengamini peningkatan jumlah pasien DBD yang cukup signifikan sejak November 2023. Dari 27 kasus menjadi 48 pada bulan berikutnya.
"November dan Desember sama-sama ada satu pasien meninggal,’’ ujarnya.
Anang menegaskan bahwa pencegahan DBD tidak cukup hanya dengan gerakan 3M plus.
Masyarakat perlu memperhatikan kebersihan rumahnya masing-masing. Salah satu contoh sederhanya, tidak menggantung pakaian bekas pakai.
Pasalnya, nyamuk Aedes aegypti suka hinggap di tempat tersebut. Pun, cenderung menyukai aroma keringat manusia.
"Hindari nyamuk demam berdarah yang biasanya menggigit pukul 09.00 hingga 10.00 dan 16.00 sampai 17.00,’’ tuturnya. (sae/cor)
KASUS DBD TAHUN LALU
369 penderita
4 pasien meninggal
27 kasus pada November
48 kasus pada Desember
(Sumber: Dinkes Ngawi)
Editor : Budhi Prasetya