NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Jumlah sampah rumah tangga yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Selopuro, Pitu, Ngawi, mengalami penurunan.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi mencatat produksi sampah tahun lalu turun dua juta ton dibandingkan periode sebelumnya.
"Produksi sampah capai 13 juta ton pada 2022,’’ kata Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Ngawi Supraptikmiasih, Jumat (12/1) kemarin.
Menurut Pratik, sapaan akrabnya, turunnya produksi sampah karena kesadaran terhadap reuse, reduce, dan recycle (3R) mulai terbentuk.
Selain itu, dirinya menyebut jika penurunan sampah ke TPA Selopuro juga didukung faktor tingginya pemanfaatan bank sampah di pedesaan.
"Ada 67 bank sampah dan 11 tempat pengolahan sampah 3R. Sehingga sampah benar-benar terkelola, hanya residu yang masuk ke TPA Selopuro,’’ ujarnya.
Pratik memprediksi jumlah sampah masuk TPA Selopuro semakin berkurang, ketika tempat pengolahan sampah terpadu beroperasi. Fasilitas itu dapat mengolah 20 ton sampah.
“Nantinya rata-rata produksi sampah 30 ton per hari berkurang menjadi 20 ton,’’ katanya. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya